MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Sejarah Lato-lato yang Kini Digandrungi Masyarakat Indonesia

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
12 Januari 2023
in News
0
Sejarah Lato-lato yang Kini Digandrungi Masyarakat Indonesia

Permainan lato-lato yang kini tengah digandrungi masyarakat di Indonesia. (foto: dok mediaindonesia.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Permainan lato-lato kini kembali marak dan digandrungi masyarakat. permainan jadul ini dimainkan berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa hampir di setiap daerah di Indonesia.

Lato-lato tak hanya tampak di kehidupan sehari-hari, tapi juga merambah ke dunia maya. Berbagai platform media sosial banyak dihiasi permainan yang mengeluarkan suara “tek-tek-tek” itu.

RelatedPosts

MUSDA VI Demokrat Aceh Digelar Besok, Sekjen DPP Akan Hadir

Pemko Banda Aceh Tegaskan Penegakan Syariat Islam Tak Pandang Bulu, Termasuk ASN

Tekan Overkapasitas, Ditjenpas Aceh Rencanakan Penambahan Lapas di Subulussalam

Permainan ini terdiri dari dua bola yang diikat. Lalu bola itu digoyangkan supaya saling berbenturan. Bagi sebagian orang, memainkan lato-lato tidak semudah yang dibayangkan.

Beragam sumber menyebut permainan lato-lato berasal dari Amerika Serikat. Di negara asalnya permainan ini disebut clackers, click-clacks, atau knockers. Pada awal 70-an, ratusan pembuat mainan tersebut telah menjual jutaan clackers di seluruh dunia.

Pada masa itu, clackers sangat populer hingga menjangkau penduduk sebuah provinsi kecil di Italia utara bernama Calcinatello dan pernah diadakan kompetisi tahunan untuk penggemar clackers di sana.

Clackers memiliki desain yang mirip dengan boleadoras, senjata pilihan untuk gaucho atau koboi ala Argentina yang mencoba menangkap hewan bernama guanaco. Pada awalnya, lato-lato terbuat dari kayu atau logam. Kemudian setelah itu dibuat dari tempered glass, tapi serpihan pecahan dari bahan ini dianggap berbahaya bagi orang yang memainkannya.

Pada 1966, Food and Drug Administration, lembaga yang awalnya juga mengatur keamanan mainan di Amerika Serikat, sempat mengeluarkan peringatan larangan karena clackers dianggap mengandung bahan kimia maupun radioaktif serta mudah terbakar.

Tiga tahun kemudian, muncul pelarangan penjualan mainan clackers di pasaran, sebab permainan yang awalnya untuk mengajari anak-anak koordinasi tangan dan mata itu bisa menjadi proyektil, sehingga dikeluarkan peringatan untuk mencegah kebutaan.

Meski dilarang di Amerika Serikat, kepopuleran permainan itu telah merambah ke seluruh dunia. Seiring berjalannya zaman, clackers yang awalnya dibuat dari bahan tempered glass diubah ke plastik polimer yang dianggap lebih aman.

Di Indonesia sendiri, clackers mulai populer pada 1990-an dengan nama tek-tek yang kini kembali menjadi tren dengan nama lato-lato.

Tags: Amerika SerikatAnak-anakAsal Lato-latoPermainan ClackersPermainan Lato-lato
Previous Post

Jokowi Akui Ada Pelanggaran HAM Berat di Aceh, KontraS: Seperti Dagangan Politik

Next Post

2 Daerah di Aceh Larang Pelajar Bawa Lato-lato ke Sekolah

Related Posts

KKN USK Hadirkan Ruang Belajar Kreatif, Anak Pidie Jaya Belajar Karakter Lewat Film Edukatif

by Redaksi
25 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Memperingati Hari Anak Nasional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 11 menghadirkan metode belajar...

Nashville Kota Musik Amerika, Ketika Nada Menjadi Identitas

by Redaksi
25 Oktober 2025
0

Oleh : Edwar M. Nur Di senggang waktu kegiatan konferensi di Vanderbilt University Nashvile, kami mulai menjelajahi Kota Nashville yang...

Pesawat Terbakar Akibat Kerusakan Mesin, 12 Penumpang Luka-Luka

by Ahmad Mufti
14 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Sebuah pesawat American Airlines yang membawa 178 orang terbakar di landasan pacu Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat, Kamis...

Next Post
2 Daerah di Aceh Larang Pelajar Bawa Lato-lato ke Sekolah

2 Daerah di Aceh Larang Pelajar Bawa Lato-lato ke Sekolah

Kopi Gayo Binaan Pasantren Diekspor ke Inggris

Lima Kampung di Bener Meriah Jadi Desa Devisa Kopi Gayo

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co