MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Telusuri Jejak Peradaban Lamreh

Redaksi by Redaksi
26 Mei 2026
in News
0

Sejumlah mahasiswa dan dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan penjajagan sejarah ke kawasan Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (25/5/2026).

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah mahasiswa dan dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan penjajagan sejarah ke kawasan Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mengenalkan kembali kekayaan warisan sejarah Lamreh yang menyimpan jejak peradaban Hindu, Islam, hingga kolonial kepada generasi muda.

Dosen FAH UIN Ar-Raniry, Marduati, mengatakan Lamreh merupakan salah satu kawasan bersejarah penting di Aceh karena memiliki berbagai peninggalan dari lintas zaman yang masih dapat ditemukan dalam satu wilayah.

RelatedPosts

Zaini Bakri Resmi Duduki Kursi DPRA, Gantikan Mawardi Basyah

Segini Harga Emas Perhiasan Hari Ini

Lima Motif Ornamen Aceh Dipilih untuk Dikembangkan ke Produk Fesyen

Menurutnya, keberadaan situs-situs tersebut menunjukkan bahwa kawasan pesisir di ujung utara Aceh itu pernah menjadi wilayah strategis yang berperan penting dalam perjalanan sejarah.

“Lapisan sejarah di kawasan Lamreh sangat lengkap dan masih dapat disaksikan hingga hari ini. Karena itu, kawasan ini penting untuk terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi sekarang maupun yang akan datang,” kata Marduati.

Dalam penjajagan tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, mulai dari Benteng Indrapatra di Gampong Ladong yang menjadi bukti pengaruh Hindu pada masa lampau. Selain itu, mereka juga menelusuri kawasan perbukitan Lamreh yang menyimpan makam serta batu nisan Islam kuno dengan karakteristik khas yang berbeda dari batu nisan era Kesultanan Aceh Darussalam.

Tidak hanya menyoroti peninggalan Islam, rombongan juga mengunjungi Benteng Inong Balee yang dikenal sebagai simbol peran perempuan Aceh dalam sistem pertahanan kerajaan. Benteng tersebut menjadi pengingat akan kiprah para perempuan pejuang Aceh yang turut menjaga keamanan wilayah pada masa lalu.

Jejak sejarah kolonial turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Di kawasan Ujong Batee, peserta menemukan monumen pendaratan pertama tentara Jepang di Aceh serta sejumlah benteng pertahanan Jepang yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Kurok”.

Tidak jauh dari kawasan Lamuri, terdapat pula Benteng Kuta Lubok yang menjadi saksi kehadiran bangsa Portugis di wilayah tersebut.

Guru Besar sejarah UIN Ar-Raniry, Prof. Inayatillah, menjelaskan bahwa berbagai peninggalan sejarah di Lamreh memperlihatkan kemampuan masyarakat Aceh dalam bidang militer dan teknologi persenjataan sejak berabad-abad lalu. Ia mencontohkan kiprah Laksamana Keumalahayati yang memimpin peperangan dengan dukungan persenjataan yang kuat pada abad ke-15.

“Pada abad ke-15, Laksamana Keumalahayati telah memimpin perang menggunakan peralatan tempur yang kuat. Bahkan sejak masa Kerajaan Pasai, Aceh telah memiliki kemampuan militer yang diperhitungkan,” ujarnya.

Menurut Inayatillah, kekuatan Aceh pada masa lalu tidak hanya bertumpu pada senjata tradisional, tetapi juga didukung penggunaan meriam dan berbagai perlengkapan perang lainnya. Kondisi itu menunjukkan bahwa Aceh pernah memiliki kekuatan politik, ekonomi, dan militer yang besar dalam menghadapi berbagai kekuatan asing.

Tags: Aceh BesarBenteng IndrapatraBenteng Inong BaleeLamrehSejarah AcehSitus bersejarahUIN AR RANIRYWarisan Budaya
Previous Post

Pasokan Seret, Harga Tomat Meroket hingga Rp25 Ribu per Kilogram 

Next Post

Jamaah Haji Kloter BTJ 8 Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arafah

Related Posts

Lima Motif Ornamen Aceh Dipilih untuk Dikembangkan ke Produk Fesyen

by Redaksi
8 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Lima motif ornamen Aceh dipilih sebagai prioritas untuk dikembangkan ke produk fesyen. Sebelum diolah menjadi desain kontemporer, motif-motif...

Lahan Transmigrasi Jantho dan Seulimeum Masih Terbengkalai, Aceh Besar Siapkan Pengembangan

by Ahmad Mufti
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyiapkan pengembangan kawasan transmigrasi Jantho dan Seulimeum. Salah satu fokusnya adalah mendorong lahan...

68 Mukim di Aceh Besar Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat

by Redaksi
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 68 mukim di Kabupaten Aceh Besar telah diakui sebagai kesatuan masyarakat hukum adat. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar...

Next Post

Jamaah Haji Kloter BTJ 8 Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arafah

Pemko Banda Aceh Serahkan Rumah Layak Huni dan Santunan, Illiza: Hadirkan Harapan Baru bagi Warga

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co