MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Telusuri Jejak Peradaban Lamreh

Redaksi by Redaksi
26 Mei 2026
in News
0

Sejumlah mahasiswa dan dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan penjajagan sejarah ke kawasan Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (25/5/2026).

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah mahasiswa dan dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan penjajagan sejarah ke kawasan Lamreh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mengenalkan kembali kekayaan warisan sejarah Lamreh yang menyimpan jejak peradaban Hindu, Islam, hingga kolonial kepada generasi muda.

Dosen FAH UIN Ar-Raniry, Marduati, mengatakan Lamreh merupakan salah satu kawasan bersejarah penting di Aceh karena memiliki berbagai peninggalan dari lintas zaman yang masih dapat ditemukan dalam satu wilayah.

RelatedPosts

Harga Emas Banda Aceh Naik Rp70 Ribu

OJK Nilai El Nino Berpotensi Tekan Ekonomi Aceh, Sektor Pertanian Perlu Diantisipasi

OJK: Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09 Persen, Konstruksi Jadi Motor Utama

Menurutnya, keberadaan situs-situs tersebut menunjukkan bahwa kawasan pesisir di ujung utara Aceh itu pernah menjadi wilayah strategis yang berperan penting dalam perjalanan sejarah.

“Lapisan sejarah di kawasan Lamreh sangat lengkap dan masih dapat disaksikan hingga hari ini. Karena itu, kawasan ini penting untuk terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi sekarang maupun yang akan datang,” kata Marduati.

Dalam penjajagan tersebut, rombongan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, mulai dari Benteng Indrapatra di Gampong Ladong yang menjadi bukti pengaruh Hindu pada masa lampau. Selain itu, mereka juga menelusuri kawasan perbukitan Lamreh yang menyimpan makam serta batu nisan Islam kuno dengan karakteristik khas yang berbeda dari batu nisan era Kesultanan Aceh Darussalam.

Tidak hanya menyoroti peninggalan Islam, rombongan juga mengunjungi Benteng Inong Balee yang dikenal sebagai simbol peran perempuan Aceh dalam sistem pertahanan kerajaan. Benteng tersebut menjadi pengingat akan kiprah para perempuan pejuang Aceh yang turut menjaga keamanan wilayah pada masa lalu.

Jejak sejarah kolonial turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Di kawasan Ujong Batee, peserta menemukan monumen pendaratan pertama tentara Jepang di Aceh serta sejumlah benteng pertahanan Jepang yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Kurok”.

Tidak jauh dari kawasan Lamuri, terdapat pula Benteng Kuta Lubok yang menjadi saksi kehadiran bangsa Portugis di wilayah tersebut.

Guru Besar sejarah UIN Ar-Raniry, Prof. Inayatillah, menjelaskan bahwa berbagai peninggalan sejarah di Lamreh memperlihatkan kemampuan masyarakat Aceh dalam bidang militer dan teknologi persenjataan sejak berabad-abad lalu. Ia mencontohkan kiprah Laksamana Keumalahayati yang memimpin peperangan dengan dukungan persenjataan yang kuat pada abad ke-15.

“Pada abad ke-15, Laksamana Keumalahayati telah memimpin perang menggunakan peralatan tempur yang kuat. Bahkan sejak masa Kerajaan Pasai, Aceh telah memiliki kemampuan militer yang diperhitungkan,” ujarnya.

Menurut Inayatillah, kekuatan Aceh pada masa lalu tidak hanya bertumpu pada senjata tradisional, tetapi juga didukung penggunaan meriam dan berbagai perlengkapan perang lainnya. Kondisi itu menunjukkan bahwa Aceh pernah memiliki kekuatan politik, ekonomi, dan militer yang besar dalam menghadapi berbagai kekuatan asing.

Tags: Aceh BesarBenteng IndrapatraBenteng Inong BaleeLamrehSejarah AcehSitus bersejarahUIN AR RANIRYWarisan Budaya
Previous Post

Pasokan Seret, Harga Tomat Meroket hingga Rp25 Ribu per Kilogram 

Next Post

Jamaah Haji Kloter BTJ 8 Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arafah

Related Posts

Perkuat Kajian Filologi Arab–Melayu, Prodi BSA UIN Ar-Raniry dan USIM Bangun Kolaborasi

Perkuat Kajian Filologi Arab–Melayu, Prodi BSA UIN Ar-Raniry dan USIM Bangun Kolaborasi

by Ahlul Fikar
7 Juli 2026
0

MASAKINI.CO - Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Universiti Sains Islam...

UIN Ar-Raniry Usul Kuota KIP Kuliah Ditambah, Biaya Hidup Mahasiswa Dinaikkan

by Riska Zulfira
7 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengusulkan penambahan kuota penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sekaligus peningkatan...

FTK UIN Ar-Raniry Perkuat Pendampingan Skripsi untuk Percepat Kelulusan Mahasiswa 

by Aininadhirah
30 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Penyelesaian skripsi masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa di perguruan tinggi. Mulai dari kesulitan menemukan topik penelitian, menentukan...

Next Post

Jamaah Haji Kloter BTJ 8 Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arafah

Pemko Banda Aceh Serahkan Rumah Layak Huni dan Santunan, Illiza: Hadirkan Harapan Baru bagi Warga

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co