MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Melirik Bisnis Jual Beli Cuan di Peunayong

Masa Kini by Masa Kini
1 Maret 2023
in Cerita, Headline
0
Melirik Bisnis Jual Beli Cuan di Peunayong

Pekerja menghitung uang di Kutaraja Money Changer yang berdiri di Jalan Panglima Polem, Peunayong, Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pria paruh baya itu mahir menghitung lembaran-lembaran kertas yang bernilai. Warna dan gambar di kertas tersebut punya besaran nominal berbeda. Di dekatnya juga tergeletak mesin penghitung. Dengan cekatan, lembaran kertas dari berbagai negara itu sedang dipilahnya.

Pada siang di akhir Februari 2023, pria berkumis tipis ini tampak sibuk. Bahrun Syah nama lengkapnya. Ia pekerja di PT Kutaraja Money Changer. Tempat ia mencari nafkah itu kerap didatangi orang yang ingin menukar atau membeli cuan.

RelatedPosts

Urai Kemacetan di Titik Tersibuk Banda Aceh, PUPR Lanjutkan Pelebaran Jalan T Hasan Dek

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

79 Persen Listrik Aceh Sudah Pulih, Dua Gardu Induk Masih Dalam Proses Penormalan

Pria berusia 55 tahun tersebut menceritakan usaha money changer ini dirintas usai musibah tsunami Aceh 2004 lalu. Kala itu, seminggu setelah humbalang tsunami meluluh lantakkan Banda Aceh dan sekitarnya, pemilik Kutaraja Money Changer melihat peluang usaha dari banyaknya warga asing yang berkunjung ke Aceh tapi kesulitan menukarkan uang.

“Akhirnya kami membuka money changer di Bandara Sultan Iskandar Muda saat itu,” kenang Bahrun.

Berbilang waktu sebelum bekerja di jasa money changer, Bahrun memang telah akrab dengan bandara yang terletak di Blang Bintang, Aceh Besar itu. Dulunya ia bergelut dalam bisnis travel di sana. Menggaet wisatawan yang berkunjung ke Aceh.

“Tapi bisnis ini tidak berlangsung lama,” ujarnya.

Tak patah semangat, pemilik travel tempat Bahrun bekerja itu alih usaha. Membuka bisnis layanan jual beli mata uang asing. Bahrun tetap diajak untuk merintis usaha baru itu.

Empat bulan buka money changer di bandara, mereka memutuskan pindah ke Jalan Panglima Polem, nomor 193, Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

“Sewa tempat di bandara lumayan mahal, akhirnya kami memutuskan pindah saja,” bebernya.

Masa-masa awal di Peunayong bisnis PT Kutaraja Money Changer sempat berjalan tertatih. Seringnya hasil pembelian mata uang asing yang didapat belum terealisasi dengan baik. Sang toke pun, kenang Bahrun, harus putar otak cari solusi. Mereka kemudian jalin kerja sama dengan money changer di Kota Medan.

“Dulunya kalau sudah banyak stok kita bawa ke Medan, jika belum masih kita tahan di sini, dan akhirnya sekarang sudah banyak yang melakukan transaksi pembelian mata uang,” ujarnya.

Kini sudah 18 tahun PT Kutaraja Money Changer berdiri. Bahrun Syah mengatakan usaha jasa jual beli uang itu telah mampu berkembang secara mandiri. Pasang surut bisnis yang berkelindan dihadapi oleh sang pemilik, juga tak lepas menyambangi Bahrun Syah.

Seorang pekerja sedang menghitung uang asing di Kutaraja Money Changer, Peunayong, Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Tapi sebagai pekerja, pria itu baru benar-benar merasa usaha money changer mereka terpukul berat kala pandemi Covid-19 datang. Wabah yang merebak nyaris di seluruh dunia ini mengunci setiap orang bepergian. Tak terkecuali di Aceh. Daerah di ujung barat pulau Sumatera ini kosong wisatawan yang datang.

Orang Aceh yang ingin ke negara lain pun dikunci dengan ragam aturan demi kendalikan pandemi. Jalur penerbangan internasional diberhentikan. Tempat Bahrun bekerja pun ikut terdampak.

“Sempat mogok usaha kami saat itu,” kata Bahrun lirih.

Sekitar dua tahun pukulan pandemi Covid-19 berlangsung bikin sendi bisnis itu limbung. Tapi Bahrun tak putus asa. Dia tetap bertahan. Tak meninggalkan sang toke dalam keadaan susah. Belasan tahun telah bersama bikin Bahrun kerasan untuk tidak berpaling muka.

Bahkan, di tengah sepinya orang yang datang menukar uang, Bahrun tetap membuka toko.

Perlahan pandemi melandai dan usaha mereka kembali mulai bangkit. “Berjalan normal meski tak seramai dulu,” ujarnya.

Menurut Bahrun, kebanyakan orang yang datang menukar uang ke tempatnya karena ingin pergi ke luar negeri, seperti Malaysia. Ada juga yang berniat pergi beribadah ke Tanah Suci.

Mata uang Ringgit Malaysia (RM), kata Bahrun, paling mendominasi dibutuhkan masyarakat. Menurutnya itu karena orang Aceh kerap berobat ke rumah sakit di Negeri Jiran.

“Faktor ini salah satu yang meningkat kebutuhan penukaran uang,” jelasnya.

Dia menyebut saat ini untuk harga jual mata uang Ringgit ditawar seharga Rp3.600 ribu sementara harga beli seharga Rp3.350 ribu.

Bahrun menjelaskan selama ini pembelian mata uang dilakukan dengan jumlah yang berbeda, tergantung kebutuhan masyarakat. Bagi wisatawan biasanya membeli hingga RM800 Ringgit, sementara bagi yang berobat mencapai RM5000 hingga RM6000 Ringgit.

“Semua mata uang prosesnya seperti itu, jika yang dibeli dalam jumlah lebih banyak, tentu kami akan menawarkan harga juga lebih mahal hingga Rp3400 ribu,” sebutnya.

Belakangan masyarakat Aceh, ungkap Bahrun, juga kerap bepergian ke Thailand. Permintaan mata uang Baht pun meningkat. Pergi ke negeri Gajah Putih ini alasan orang Aceh yang hinggap di telinga Bahrun, kebanyakan karena ingin melancong.

Namun yang agak sedikit ‘pincang’ alias permintaan dan persediaannya sering tidak seimbang, adalah mata uang Riyal. Rata-rata uang negeri Arab Saudi tersebut dibutuhkan masyarakat karena pergi umrah dan haji.

Menurut Bahrun hal itu terjadi lantaran warga yang pergi umrah atau haji, saat kembali ke tanah air, membawa pulang uang Riyal dan langsung menukarkannya di money changer.

Dia mengakui telah melakukan berbagai upaya agar stok mata uang Riyal selalu tersedia. Salah satunya dengan membeli di tempat money changer lain di luar Aceh.

Usaha jual beli uang asing yang turut dibesarkan Bahrun itu kini hampir dua dekade usianya. Sebagai pekerja, Bahrun terus menata diri agar bisnis tetap berdiri. Tak ada harapan muluk dari Bahrun, selain situasi normal yang telah kembali seperti sedia kala ini, bisa mendatangkan banyak wisatawan mancanegara ke Aceh.

Begitu pun sebaliknya, orang-orang dari Tanah Seulanga yang pergi berobat ke Malaysia dan umrah ke Tanah Suci semakin ramai. Bahrun Syah setia menunggu kedatangan mereka di Kutaraja Money Changer.

Tags: Banda AcehKutaraja Money ChangerMoney Changer di Banda AcehPeunayongUangWisatawan Mancanegara
Previous Post

Makin Ramai Korban Tertipu Sembako Murah di Banda Aceh

Next Post

Polisi Diminta Tinjau Sisi Kemanusian Tangani Kasus Warga Aceh Timur Racuni Harimau

Related Posts

Pemko Banda Aceh Serahkan Rumah Layak Huni dan Santunan, Illiza: Hadirkan Harapan Baru bagi Warga

by Ahmad Mufti
26 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menyalurkan bantuan rumah layak huni dan santunan kepada masyarakat kurang mampu sebagai upaya...

Pawai Takbir Idul Adha Tempuh Rute Empat Kilometer Keliling Pusat Kota

by Riska Zulfira
26 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pawai takbir keliling menyambut Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Banda Aceh akan menempuh rute sepanjang sekitar empat...

Pemko Banda Aceh Potong 20 Sapi untuk Pasar Murah Meugang, Daging Dijual Rp150 Ribu per Kilogram

by Riska Zulfira
26 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan 20 ekor sapi untuk program Pasar Murah Daging Meugang menjelang Hari Raya Idul...

Next Post
Kesal Kambingnya Dimangsa, Warga di Aceh Timur Racuni Harimau

Polisi Diminta Tinjau Sisi Kemanusian Tangani Kasus Warga Aceh Timur Racuni Harimau

Yon Irawan Dipilih Sebagai Direktur Utama Pelindo Multi Terminal

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...