MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Masjid Giok, Ikon Wisata Religi di Bumi Rameune

Masa Kini by Masa Kini
31 Maret 2023
in Cerita, Headline
0
Masjid Giok, Ikon Wisata Religi di Bumi Rameune

Suasana di dalam Masjid Agung Baitul A’la, Nagan Raya, yang terbuat dari batu giok. (foto: dok masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Traveler ke Nagan Raya, Aceh ada satu tempat menarik dikunjungi. Di daerah berjuluk Bumi Rameune ini, berdiri kokoh masjid terbuat dari batu giok. Unik!

Masjid Agung Baitul A’la, namanya. Namun masyarakat setempat lebih mengenal masjid ini dengan sebutan Masjid Giok. Terletak di Kompleks Perkantoran Suka Makmur, Nagan Raya, rumah ibadah ini diresmikan pada Jumat 16 September 2022 lalu.

RelatedPosts

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Masjid bergaya khas timur tengah ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan masjid pada umumnya. Desain interior dan ukiran ornamennya sangat memanjakan mata.

Pengunjung akan merasa nyaman ketika berada di dalam masjid. Jajaran keramik dengan perpaduan warna biru tua, biru muda, coklat, hijau dan kehitaman menjadi daya tarik tersendiri.

Sejak diresmikan, keberadaan masjid berukuran 75 meter x 47,5 meter ini menjadi daya tarik bagi masyarakat yang melintas di daerah tersebut. Kebanyakan warga memilih melaksanakan ibadah salat fardhu di masjid tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.

Masjid terdiri dari dua lantai untuk shalat, satu lantai basement untuk tempat wudhu’ dan parkir ini juga ramai dikunjungi wisatawan yang ingin mengabadikan momen berada di sana. Ketika masuk ke masjid, suasana adem langsung terasa. Maklum, lantai dan sebagian dinding masjid terbuat dari batu giok.

Pemakaian batu giok membuat masjid ini menjadi ikon baru di Nagan Raya. Pada bulan Ramadan, banyak masyarakat memilih menunggu waktu berbuka puasa dengan bertamasya ke masjid yang dapat menampung 5.600 orang jamaah.

Setiap hari, ratusan orang berkunjung ke masjid ini untuk sekadar berswafoto ataupun melihat langsung keindahan masjid yang dibuat selama 12 tahun itu. Masyarakat mengabadikan momen berada di masjid untuk dipamerkan di media sosial.

Masjid kebanggaan masyarakat Nagan Raya itu diresmikan Jamin Idham saat masih menjabat Bupati Nagan Raya. Jamin mengatakan, meski masjid telah diresmikan, namun masih ada beberapa bagian yang perlu dilanjutkan pembangunannya.

“Selama 12 tahun membangun Masjid Giok banyak hal yang menjadi kendala, mulai persoalan lahan, minimnya anggaran dan sebagainya. Namun, semua tantangan itu dapat diatasi sehingga pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik,” kata Jamin beberapa waktu lalu.

Bagian luar Masjid Agung Baitul A’la, Nagan Raya. (foto: dok masakini.co)

Dia menjelaskan, batu giok yang dipakai di masjid ditambang dari Pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Daerah tersebut terkenal dengan potensi giok cukup besar serta sangat berkualitas.

Giok sendiri merupakan salah satu jenis batu permata berwarna hijau di dalamnya terdiri dari banyak unsur mineral yang telah ditemukan dan digunakan oleh bangsa timur selama beribu-ribu tahun lalu. Batu giok menjadi batu paling diminati dalam hal perhiasan, medis dan juga keunikannya sehingga batu ini juga mempunyai banyak model tergantung pada saat batu itu diasah dan dibentuk.

Dalam sejarahnya, batu giok adalah satu-satunya jenis batu permata yang diasah dan dibentuk dalam banyak ukuran dan model. Kembali ke Masjid Giok, proses pengolahan giok yang dipakai di masjid ditangani tenaga ahli dari Tulung Agung, Jawa Timur. Lokasi pengolahannya berjarak sekitar 500 meter dari masjid.

“Batu giok Nagan Raya sudah terkenal dimana-mana dan banyak pihak yang meliriknya. Karena itu, saya sudah perintahkan untuk dipatenkan, supaya tidak ada pihak-pihak yang ingin menguasai sumber daya alam kita,” jelas Jamin.

Masjid Giok mulai dibangun Pemerintah Kabupaten Nagan Raya pada 2010 lalu ketika daerah itu dipimpin Bupati T Zulkarnaini bersama Wakil Bupati M Kasem Ibrahim.

Proses pembangunan dilanjutkan Zulkarnaini pada periode kedua saat berpasangan dengan Jamin Idham sebagai Wakil Bupati. Setelah masa jabatan habis pembangunan dilanjutkan Jamin yang terpilih sebagai bupati bersama Chalidin Oesman sebagai wakil bupati.

Batu giok yang digunakan untuk melapisi lantai, sebagian dinding dan tiang dalam masjid dari jenis jadeit, nephrit dan serpentin atau black jade (giok hitam), termasuk untuk pembuatan batu prasasti.

Jamin memiliki harapan agar pemimpin Nagan Raya melanjutkan pembangunan Masjid Giok hingga selesai sempurna. Masjid itu menjadi ikon Nagan Raya serta mengembangkannya menjadi Kompleks Islamic Center yang komprehensif.

“Saya menitip pesan serta mengajak seluruh masyarakat, terutama yang berada di seputaran Masjid Agung Baitul A’la, mari kita makmurkan masjid ini setiap waktu,” ujarnya.

Tags: acehMasjid GiokNagan RayaWisataWisata Religi
Previous Post

Raja Salman Salurkan 6.687 Paket Sembako Ramadan Untuk Indonesia

Next Post

Petasan Dilarang Jual Selama Ramadan di Lhokseumawe

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Waspada, Potensi Angin Kencang Ancam Aceh hingga Agustus

Cuaca Aceh Hari Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI. CO - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Senin, 2 Februari 2026, berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang...

Next Post
Petasan Dilarang Jual Selama Ramadan di Lhokseumawe

Petasan Dilarang Jual Selama Ramadan di Lhokseumawe

Liga Champions, The Blues Menang Tipis Dari Lyon

Discussion about this post

CERITA

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

Dari Aceh ke Jakarta Lewat Layar: Cerita Irhamna Menemukan Ritme Kerja yang Lebih Tenang

1 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...