MASAKINI.CO – UPTD Museum Aceh mencatat sebanyak 25.797 pengunjung yang mengunjungi objek wisata edukasi Museum Aceh dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2023.
Dari angka tersebut, 2.842 diantaranya merupakan wisatawan asing, sementara dari kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 13.277 orang.
“Yang didominasi itu dari kalangan anak-anak, sedangkan dari pengunjung umum sebanyak 9.399 orang, seniman ada tiga orang dan peneliti hanya dua,” kata Kepala Tata Usaha Museum Aceh, Nurhasanah, Jumat (7/7/2023).
Namun jika dibandingkan dengan tahun 2022, kata Nurhasanah, terjadi peningkatan pengunjung hingga 4 ribu orang. Dimana pada tahun sebelumnya pengunjung yang mengunjungi Museum Aceh ini mencapai 41.503 orang.
“Apabila kita bandingkan setiap enam bulan maka tahun ini ada peningkatan hingga 4 ribu pengunjung, karena pada tahun lalu jika hitungan enam bulan hanya mencapai 20.750, jika setahun dua kali lipat. Akan tetapi tahun ini belum penuh dan diprediksi bakal lebih meningkat hingga Desember mendatang,” jelasnya.
Nurhasanah menyebutkan, kunjungan wisatawan asing lebih banyak dari negara Malaysia. Bahkan, wisatawan dari negara tetangga itu datang silih berganti setiap bulannya.
“Setiap bulan ada dari yang Malaysia. Apalagi jumlah pengunjung asing ini dari pada tahun lalu karena tidak ada status covid lagi,” sebutnya.
Untuk biaya masuk, tambahnya, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp2 ribu untuk anak-anak, sementara bagi pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp3 ribu dan wisatawan asing Rp5 ribu.
“Kami aktif mempromosikan Museum Aceh melalui media sosial, baliho-baliho, karena jangan sampai orang Aceh sendiri tidak tahu yang mana Museum Aceh, apalagi sekarang anak sekolah sudah ada program untuk mengunjungi Museum,” jelasnya.










Discussion about this post