MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Kisah Penjaja Merah Putih di Taman Gunongan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
16 Agustus 2023
in Cerita, Headline
0
Kisah Penjaja Merah Putih di Taman Gunongan

Fitri Andriani pedagang bendera Merah Putih di Banda Aceh. (foto: masakini.co/Riska Zulfira)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tangan Fitri Andriani (30) cekatan memindahkan lembaran-lembaran bendera. Bulir-bulir air hujan mulai berjatuhan, tangannya dengan sigap mengumpulkan bendera dari berbagai ukuran itu.

“Piyoh-piyoh,” ucap Fitri sembari memasukkan bendera ke dalam karung dengan ukuran muatan 50 kilogram.

RelatedPosts

Breaking News: Ruang Mesin KMP Aceh Hebat 2 Meledak Saat Bersandar di Ulee Lheue, 14 Orang Terluka

Harga Pertamax Melonjak, Pengguna di Aceh Besar Mulai Beralih ke Pertalite

Tujuh Dapur MBG di Banda Aceh Tutup Sementara Akibat Dana Operasional Belum Cair

Di sepanjang jalan Teuku Umar, Gampong Suka Ramai, Kecamatan Baiturrahman, ditemukan setidaknya 10 titik lokasi pedagang musiman itu menggelar lapak.

Mereka memanfaatkan tepi kanan dan kiri trotoar jalan untuk menjajakan bendera Merah Putih dengan ukuran bervariasi. Para pedagang ini rata-rata memanfaatkan momentum untuk tambahan pendapatan.

Bendera dengan ukuran besar diikat Fitri di dinding taman Gunongan, sementara umbul-umbul peringatan kemerdekaan Indonesia itu, digantungnya di tali.

Di bawah sebuah pohon besar, sejak 26 Juli 2023 lalu, Fitri menjajakan bendera kebanggaan Indonesia tersebut. Pohon rindang itu turut menjadi tempat dia berlindung dari terik matahari dan hujan kala menjaja bendera.

Fitri meninggalkan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru mengaji di salah satu dayah yang berada Gampong Paya Bili I, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, untuk kemudian alih profesi sebagai pedagang musiman.

Tiap tahunnya, ia datang ke Banda Aceh untuk berjualan bendera. Pekerjaan musiman itu, kata Fitri merupakan pekerjaan turunan dari orang tuanya. Sudah 23 tahun lamanya Fitri mengais rezeki saat jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Katanya, ia selalu menjaja dagangan di lokasi yang sama sejak sebelum gempa dan tsunami melanda Aceh. Barang dagangan itu dia peroleh dari toke bendera di Bandung. Fitri mengatakan, sang toke telah percaya kepadanya untuk menyuplai bendera ke Aceh.

Namun, dia tak hanya berpaku dari barang kiriman itu, Fitri juga memiliki keahlian dalam menjahit bendera. Bahkan, di lapaknya ia menjual bendera hasil jahitannya sendiri.

Fitri Andriani sedang mengemas bendera Merah Putih dagangannya. (foto: masakini.co/Riska Zulfira)

Menurut Fitri bendera hasil jahitannya itu memiliki kualitas yang berbeda. Ketahanan kain dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami di kirim barang dari Bandung, toke-nya dari sana, namun sebagian saya juga menjahit sendiri dengan menggunakan bahan yang kualitas bagus,” kata Fitri, Senin (14/8/2023).

Di Banda Aceh, lanjut Fitri, ia tinggal bersama orang tuanya di kompleks Taman Budaya. Biasanya, perempuan itu memulai menjahit bendera sejak empat bulan jelang perayaan kemerdekaan.

“Karena kan jahit dalam jumlah banyak, jadi saat bulan Ramadan kami sudah mulai jahit,” ujarnya.

Untuk persiapan HUT Kemerdekaan, Fitri mampu menjahit hingga 1000 lembar bendera. Dibantu delapan karyawan di rumah orang tuanya Fitri menghabiskan 20 gulungan kain untuk menjahit bendera.

Katanya, permintaan masyarakat untuk bendera sangat tinggi, bahkan banyak instansi pemerintah telah memesan bendera jauh-jauh hari.

“Pelanggan tak hanya dari Aceh, namun banyak dari luar daerah juga dengan pemesanan online,” ungkapnya.

Per hari, Fitri mengaku berhasil menjual ratusan lembar bendera dengan ukuran yang bervariasi. Harga yang dijualnya pun terbilang murah, mulai Rp5 ribu untuk jenis souvenir, hingga Rp400 ribu untuk background.

Fitri menyebutkan untuk omset dari penjualan bendera tersebut setiap harinya berbeda-beda, tergantung ramai atau tidaknya pembeli. Namun jika mendekati perayaan HUT Kemerdekaan RI, permintaan masyarakat meningkat pesat.

“Hari ini sudah laku sampai Rp1,3 juta, dan semakin dekat dengan perayaan semakin banyak laku,” sebutnya.

Berjualan bendera musiman begini, Fitri mengaku mampu meraup omzet hingga Rp13 juta setiap tahunnya. Itu merupakan laba bersih yang ia terima. Saban harinya ia menggelar lapak sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 22.00 malam.

Tags: acehBanda AcehBenderaHUT RI ke-78IndonesiaMerah PutihTaman Gunongan
Previous Post

18 Tahun Perdamaian Aceh, Nezar Patria: Perang Pasti Reda

Next Post

Pj Gubernur Kukuhkan Paskibra Aceh 2023

Related Posts

Liga SSB U-16 Diluncurkan, Banda Aceh Siapkan Jalur Pembinaan Pesepakbola Muda

by Riska Zulfira
13 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi meluncurkan Liga Kolaborasi Sekolah Sepak Bola (SSB) U-16 sebagai upaya membangun sistem pembinaan...

Breaking News: Ruang Mesin KMP Aceh Hebat 2 Meledak Saat Bersandar di Ulee Lheue, 14 Orang Terluka

by Riska Zulfira
12 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 meledak hingga terbakar saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda...

Gaji PPPK Diusul Ditanggung APBN, PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Penuh Waktu

by Riska Zulfira
12 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Harapan ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya PPPK paruh waktu, untuk memperoleh kepastian status dan kesejahteraan...

Next Post
Pj Gubernur Kukuhkan Paskibra Aceh 2023

Pj Gubernur Kukuhkan Paskibra Aceh 2023

Pj Gubernur Aceh Lantik Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya

Pj Gubernur Aceh Lantik Pejabat Eselon II, Ini Nama-namanya

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...