MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Maret 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Transisi Energi Terbarukan, Bagaimana Nasib Energi Fosil?

Ali L by Ali L
15 November 2023
in Nasional
0
Transisi Energi Terbarukan, Bagaimana Nasib Energi Fosil?

PLN memanfaatkan tenaga surya untuk menghasilkan listrik di Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. (Dok PLN)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2060 akan mencapai target Net Zero Emission (NZE) atau netralitas karbon sesuai dengan perkembangan sektor energi. Pada tahun tersebut, diproyeksikan kebutuhan listrik di tanah air mencapai 1.942 TWh dengan konsumsi listrik per kapita sebesar 5.862 kWh/kapita.

Menuju target NZE itu, masih perlu dan pentingkah energi fosil saat ini?

RelatedPosts

MJO Aktif dan La Nina Lemah Picu Hujan Lebat hingga Awal April 2026

Pascalebaran, Masyarakat Diingatkan Waspada Tawaran Kerja Bodong

Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata Indonesia, Termasuk Aceh

Kementerian Energi Dan Sumber Daya MIneral (Kementerian ESDM) menyatakan bahwa penggunaan energi fosil untuk mencukupi kebutuhan energi masyarakat tetap diperlukan saat memasuki periode transisi menggunakan gas bumi sebelum pada akhirnya menggunakan energi terbarukan.

Energi terbarukan telah terbukti ramah lingkungan dioptimalkan hingga terwujud NZE sesuai target tahun 2060.

Penggunaan energi fosil ini mempertimbangkan tiga faktor yakni ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan.

“Kementerian ESDM akan tetap menggunakan energi fosil sebagai sumber energi sementara, selama masa transisi menuju NZE di Indonesia. Kita tidak hanya membahas lingkungan, tapi kita juga perlu mempertimbangkan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra dalam keterangannya diperoleh masakini.co, Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Mirza menjelaskan saat ini energi fosil seperti minyak dan gas bumi, batu bara dijadikan sebagai sumber energi di sektor transportasi maupun sebagai bahan bakar pembangkit sementara sebelum tergantikan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Gas bumi sebagai energi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan minyak bumi dan batu bara, juga dapat dimanfaatkan sebagai energi transisi sebelum beralih 100% ke Energi Terbarukan di sektor transportasi dan juga pada pembangkit listrik,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, secara umum transisi menuju emisi nol bersih memerlukan perubahan yang dapat dikategorikan ke dalam empat pilar yaitu peningkatan intensitas energi yang membantu mengurangi biaya transisi; dekarbonisasi pembangkit listrik untuk mengurangi emisi langsung di sektor ketenagalistrikan; peralihan ke bahan bakar rendah emisi pada penggunaan akhir dan penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture Utilization Storage (CCUS) yang mengurangi emisi dari industri yang emisinya sulit dikurangi.

“Mewujudkan target net zero emisi memerlukan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk institusi dan lembaga termasuk dengan akademis dan kalangan industri terkait melalui kolaborasi yang kuat,” terangnya.

Ia meyakini dengan adanya kolaborasi maka dapat dicapai dampak yang lebih besar dalam mengurangi emisi dan bergerak menuju net zero emission.

Tags: Energi FosilEnergi TerbarukanKementerian ESDMNet Zero Emission
Previous Post

Kepsek Hingga Siswa di Banda Aceh Berdonasi untuk Palestina, Terkumpul Rp400 Juta Lebih

Next Post

Indonesia dan Jerman Kembangkan Transportasi Hijau untuk Kurangi Emisi Karbon

Related Posts

Bahlil Kaji Rencana Diskon Listrik untuk Tiga Provinsi Terdampak Bencana

by Redaksi
9 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya sedang mengkaji pemberian diskon tarif listrik untuk daerah terdampak bencana. Wilayah yang...

Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Tembus Rp796 Triliun

Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Tembus Rp796 Triliun

by Redaksi
19 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya memberikan dampak positif ke lingkungan serta menciptakan nilai tambah bagi...

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Ditutup

Kementerian ESDM Siapkan Aturan Legalkan Sumur Minyak Rakyat

by Alfath Asmunda
29 April 2025
0

MASAKINI.CO - Kementerian ESDM tengah menyiapkan regulasi untuk melegalkan sumur minyak rakyat melalui pembentukan badan usaha seperti koperasi atau BUMD....

Next Post
Polusi Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Sedunia

Indonesia dan Jerman Kembangkan Transportasi Hijau untuk Kurangi Emisi Karbon

Material Longsor Tutup Jalan Pameu-Genting Gerbang

Discussion about this post

CERITA

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co