MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Kuliner Memek, dari Kudapan Biasa Hingga Menjadi Ikon Simeulue

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
3 Agustus 2024
in Cerita
0
Kuliner Memek, dari Kudapan Biasa Hingga Menjadi Ikon Simeulue

Seorang penjual kuliner memek di Pantai Lantik, Teupah Barat, Simeulue. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Awalnya dia adalah sebagai pengganjal perut di kala paceklik masa lampau. Masyarakat yang seluruh daratannya ‘terkurung’ lautan itu dulu tak ada cara lain, selain bertahan menyesuaikan diri dengan bahan makanan yang tersedia di sana.

Pohon kelapa dan pisang banyak tumbuh di pulau itu. Jadilah dua hasil dari tanaman ini lalu diolah jadi makanan. Meredam perut yang bergejolak minta asupan di masa-masa sulit tersebut.

RelatedPosts

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Bagi kebanyakan orang mungkin kuliner ini namanya memang sedikit menggelitik, tapi tidak bagi masyarakat di Pulau Simeulue. Kuliner dari campuran bahan-bahan sederhana yang mudah didapat dan bahkan bahannya tersedia di halaman rumah ini, telah melambungkan nama daerah itu ke seantero negeri.

Syahdan, kudapan yang punya nilai historis itu mulai dikenalkan masyarakat setempat bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Mereka menyebut kuliner ini dengan sebutan memek.

Sebutan “memek” dalam bahasa lokal di Simeulue sebenarnya memiliki arti mengunyah atau menggigit. Masyarakat kecil yang saat itu kesulitan memperoleh bahan makanan lain, mengolah pisang dicampur beras ketan putih dan perasan santan kelapa.

Ternyata makanan itu bisa mengusir rasa lapar dan aman untuk perut. Mulailah saat itu banyak warga membuatnya. Kebiasaan para pendahulu masyarakat Simeulue yang sering mengunyah beras ketan dicampur pisang ini, memunculkan istilah ”mamemek”. Artinya mengunyah terus-menerus. Maka kuliner itu pun dilakab memek.

Beras ketan yang telah digonseng untuk bahan membuat kuliner memek khas Simeulue. (foto: masakini.co/Alfath)

Bermula dari hidangan sebagai pengganjal perut rakyat jelata, rupanya memek juga cocok di lidah para raja. Makanan ini pun makin populer sebab turut dihidangkan saat menyambut tamu.

Lambat laun memek bukan lagi menjadi santapan biasa. Dia menjelma menjadi kuliner yang patut ada dalam perayaan adat masyarakat Simeulue.

Makanan ini makin populer dikenal khalayak ramai dari luar pulau Simeulue tatkala ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2019 lalu. Setelah prestasi itu direngkuh, kuliner memek membuat bangga seantero Aceh. Banyak orang dari luar pulau Simeulue yang penasaran mulai coba-coba membuat kuliner itu.

Lalu apa saja bahan dan bagaimana cara membuat kuliner dari daerah Ate Fulawan ini? Kuliner memek sesungguhnya punya bahan yang sederhana. Pun begitu juga cara membuatnya.

Bahan dasarnya adalah beras ketan putih, pisang kepok, dan santan kelapa. Cara membuatnya pertama-tama beras ketan putih terlebih dahulu digongseng hingga berbentuk kuning kecoklatan.

Lalu, pisang kepok ditambah taburan gula secukupnya dan kemudian dihaluskan dalam wadah. Bisa di panci plastik atau aluminium. Selanjutnya kelapa yang telah diperas jadi santan, diguyur ke adonan tersebut.

Bahan-bahan ini lalu dicampur dan ditumbuk. Di masa lalu, benda untuk menumbuk biasanya dipakai masyarakat Simeulue adalah batang pisang. Tujuannya biar adonan sedikit mengeluarkan sensasi sedikit kelat untuk menutupi dominasi rasa manis.

Berjalannya waktu, kini penggunaan batang pisang telah diganti dengan benda keras lainnya. Adonan itu ditumbuh sampai benar-benar halus sebelum disajikan.

Kuliner memek yang telah dicampur es batu memberikan sensasi rasa segar. (foto: masakini.co/Alfath)

Ketika disantap kuliner memek bertekstur kasar dan lembut. Manis dan gurih jadi rasa paling dominan dalam kuliner khas daerah kepulauan di Aceh itu. Sebab pengaruh pisang dan santan.

Belakangan, warga makin berkreasi terhadap kuliner ini. Mereka mencampur sedikit es batu. Nyatanya memang, menyantap segelas memek makin sedap jika dihidangkan dalam keadaan dingin.

Selain daya pikat wisata bahari yang telah terkenal sampai ke mancanegara, berkunjung ke Simeulue juga patut mencoba ikon kuliner khas setempat. Salah satunya kuliner memek ini yang bisa Anda temui di warung-warung di pinggir Pantai Lantik di Kecamatan Teupah Barat.

Tags: acehDisbudpar AcehKuliner MemekPulau SimeulueSimeulueWisataWisata Kuliner
Previous Post

Kasus Gagal Ginjal pada Anak Marak, Apa Kata Dokter?

Next Post

Koalisi Kawai Haba Demokrasi Aceh Siap Tangkal Hoaks Pilkada

Related Posts

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir

by Riska Zulfira
5 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan...

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang

by Riska Zulfira
3 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Sinabang, Selasa (3/3/2026) siang. Getaran terasa cukup kuat di sejumlah daerah...

Next Post
Koalisi Kawai Haba Demokrasi Aceh Siap Tangkal Hoaks Pilkada

Koalisi Kawai Haba Demokrasi Aceh Siap Tangkal Hoaks Pilkada

Harga Emas di Banda Aceh Diprediksi Tembus Rp4,5 Juta

Harga Emas di Banda Aceh Diprediksi Tembus Rp4,5 Juta

Discussion about this post

CERITA

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...