MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Mei 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Perempuan Aceh Didorong untuk Berperan Aktif Dalam Kepemimpinan

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
13 Oktober 2024
in Daerah
0

Para pembicara Sekolah Kepemimpinan Perempuan

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO –  Perempuan Aceh diminta untuk berperan aktif dalam kepemimpinan  baik di tingkat komunitas dan politik guna memperkuat posisi mereka dan menghadapi tantangan patriarki yang masih mengakar.

Kemandirian ekonomi, jaringan sosial, dan keterampilan yang terus diasah diharapkan dapat membantu perempuan Aceh memimpin secara efektif di berbagai aspek kehidupan.

RelatedPosts

Bahasa Aceh Terancam Tergerus, Bupati Aceh Besar Siapkan Program Wajib di Sekolah

Mahasiswa USK Ikuti Seminar Editing Video Untuk Penguatan Dakwah Digital

Wagub Aceh Konsolidasikan Peran Ulama, Dayah Didorong Jadi Pilar Utama Pembangunan

Hal ini mengemuka dalam kegiatan Sekolah Kepemimpinan Perempuan, digelar oleh  Flower Aceh-Islamic Relief Indonesia, Kohati HMI Komisariat FKIP Universitas Syiah Kuala (USK), FORHATI Aceh, Sekolah HAM Perempuan Flower Aceh dan SeIA bertajuk “Meneguhkan Eksistensi Kepemimpinan Perempuan untuk Perubahan dan Kemandirian,” berlangsung di Le Rasa Café, Banda Aceh, Sabtu (12/10/2024).

Ketua Kohati HMI FKIP USK, Rika Yusrina, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi perempuan untuk menggali kekuatan diri, memperjuangkan hak mereka, dan memperkuat solidaritas antar perempuan.

Rika berharap para peserta tidak hanya mampu memimpin diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi perempuan lain dalam menciptakan perubahan di masyarakat.

“Meskipun jumlah perempuan dalam posisi kepemimpinan terus meningkat, tantangan tetap ada. Banyak perempuan masih menghadapi kesulitan, seperti kurangnya kesempatan, diskriminasi, dan stereotip gender,”tuturnya.

Survei yang dilakukan oleh Kohati Komisariat FKIP USK dan Flower Aceh menunjukkan bahwa banyak perempuan masih mengalami hambatan dalam kepemimpinan. Oleh karena itu, Rika berharap melalui acara ini, perempuan Aceh dapat lebih berdaya dan berani mengambil peran penting dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Empat narasumber hadir untuk membahas kemandirian ekonomi, pembangunan jaringan dukungan, serta keterampilan yang diperlukan dalam kepemimpinan, dengan harapan dapat menciptakan solidaritas yang kuat di antara perempuan dan mendorong perubahan positif di masyarakat.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, menegaskan bahwa membangun networking/jaringan dan dukungan multipihak sangat penting, terutama antar perempuan adalah kunci untuk menciptakan kekuatan kolektif dalam kepemimpinan.

“Empati dan dukungan sesama perempuan menciptakan solidaritas yang kuat dan menjadi kunci bagi kita untuk berani mengambil peran yang lebih besar. Women support women menjadi jargon dalam gerakan memperkuat kepemimpinan perempuan di semua level di masyarakat melalui penguatan jaringan solidaritas yang saling dukung, memberdayakan dan mendorong perempuan untuk maju di berbagai sektor,” kata Riris.

Para peserta Sekolah Kepemimpinan Perempuan

Menurut Riris, hal itu juga menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan mendukung dalam peningkatan kepemimpinan perempuan. Pengakuan dan apresiasi atas keberhasilan dan kontribusi perempuan juga penting dilakukan.

“Saat ini banyak manfaat yang kita rasakan dari kontribusi perempuan Aceh dari tingkat desa sampai provinsi, baik dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, politik dan lainnya,” tegas Riswati.

Illiza Sa’aduddin Djamal, Anggota DPR-RI periode 2019-2024, menyoroti pentingnya perempuan untuk tidak menyerah pada tantangan dalam ruang politik yang masih didominasi oleh patriarki.

“Kita harus melatih diri untuk lebih disiplin dan berkomitmen. Meski banyak tantangan, ini justru memperkuat perempuan untuk terus berjuang,” katanya.

Ia mendorong perempuan agar lebih berani mengambil peran strategis dalam politik, memanfaatkan peluang untuk perubahan.

Kepala Sekolah HAM Perempuan, Gebrina Rezeki, menggarisbawahi tiga keterampilan yang wajib dimiliki perempuan yang ingin memimpin yaitu rasa empati, keberagaman, dan kreativitas. “Empati memudahkan kerjasama tim, keberagaman memperkaya perspektif, dan kreativitas memacu inovasi. Jangan takut untuk memimpin, karena kita memiliki kemampuan itu,” ujar Gebrina.

Sementara itu, Tjut Ika Mauliza, seorang enterpreneur, menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi juga menjadi salah satu kunci dalam kepemimpinan perempuan. Menurutnya, perempuan yang memiliki kebebasan finansial dapat berperan lebih besar dalam pengambilan keputusan, baik untuk diri sendiri maupun komunitas

“Kemandirian ekonomi memberikan kebebasan dan kekuatan untuk berdiri di kaki sendiri, sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam komunitas,” terangnya.

Kemandirian ekonomi, jaringan yang solid, dan keterampilan kepemimpinan menjadi fondasi penting bagi perempuan untuk berani mengambil peran dalam masyarakat. Meskipun tantangan masih ada, perempuan diajak untuk menjadikannya sebagai sumber kekuatan dan memanfaatkan setiap peluang untuk berkarya.

Dengan saling mendukung dan memperkuat satu sama lain, perempuan dapat menciptakan perubahan positif dan meraih kesuksesan bersama.

Tags: Flower AcehHMI Komisariat FKIP USKKohatiSekolah Kepemimpinan Perempuan
Previous Post

Sempat Rendam 19 Gampong, Banjir Nagan Raya Mulai Surut

Next Post

Banjir Aceh Tamiang Sebabkan 1.265 Jiwa Mengungsi

Related Posts

IWD 2026, Perempuan Muda Aceh Bahas Ruang Aman Atas Tubuh

IWD 2026, Perempuan Muda Aceh Bahas Ruang Aman Atas Tubuh

by Ulfah
11 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Memperingati Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day/IWD) 2026, puluhan perempuan muda dari berbagai komunitas di Aceh menggelar diskusi...

Flower Desak Pemerintah Respons Cepat Bencana Banjir di Aceh

by Ulfah
29 November 2025
0

MASAKINI.CO - Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat...

Ancaman KBGO bagi Perempuan, Lindungi Ruang Digital dari Kekerasan

by Ulfah
27 November 2025
0

MASAKINI.CO - Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) saat ini semakin mengancam ruang aman perempuan Indonesia, termasuk di Aceh. Padahal,...

Next Post

Banjir Aceh Tamiang Sebabkan 1.265 Jiwa Mengungsi

Kadis PUPR Aceh: Penanganan Longsor di Gayo Lues Butuh Waktu 3 Hari

Kadis PUPR Aceh: Penanganan Longsor di Gayo Lues Butuh Waktu 3 Hari

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...