MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Kepak Sayap Jebolan PON Aceh ke Pulau Jawa

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
22 Oktober 2024
in Cerita, Olahraga
0

Pesepakbola jebolan PON Aceh di Bandara SIM | foto: for Masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Jenama Vans, Adidas, Nike, hingga Mills jadi alas kaki sembilan pesepakbola Aceh saat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh, Kamis pekan lalu.

Siang itu, Mohd Gazi, M Ghifari, M Haikal, Haikal Khalil, Tifatul Ulfi, Resi Wahyudi, Refyanshah, Mufaddhal dan Safrijal terbang ke Jawa.

RelatedPosts

Petualangan Wanda Nara Berlanjut, Setelah Icardi Kini Berlabuh ke Bintang Turki

David Beckham Kasih Beban Berat Lagi ke Lionel Messi

Prediksi Hasil Akhir Manchester City vs Newcastle

Bukan penerbangan biasa. Tapi kepak sayap mengitari karir mencoba peruntungan di pulau seberang. Pukul 14.00 WIB, delapan sekawan memasuki pintu burung besi.

M Haikal yang hemat bicara, terlihat lebih senyap. Ada perasaan yang coba ia sembunyikan. Karena untuk pertama kali dalam hidupnya naik pesawat.

Pesawat Super Jet berlari di lintasan pacu SIM. M Haikal melawan rasa takutnya.

“Paling takut saat terbang pertama (take off). Saya juga sempat pusing. Tapi setelah pesawat stabil, semuanya sudah aman,” kata M Haikal.

Bagi Haikal perjalan tersebut berkah. Penyerang cepat asal Tangse ini, sebelumnya tidak seberuntung tujuh temannya yang lain.

Teman-temannya sejak usia dini hingga remaja, sudah pernah mengikuti event nasional. Semisal Piala Danone, Liga Santri (Piala Kasad), atau Liga 3 putaran nasional. Bahkan ada yang pernah mencicipi kompetisi Elite Pro Academy.

“Bersyukur diajak dan bisa berkarir sepakbola di Pulau Jawa. Ini berkah PON, meski selama PON sering main sebagai pemain pengganti,” ucapnya.

Kurang lebih tiga jam jebolan PON Aceh berada di udara. Selama terbang, M Haikal mengaku tak bisa tidur.

“Tamu Super Jet terhormat. Kita baru saja mendarat di bandar udara internasional Soekarno Hatta Jakarta di Tangerang, Banten. Silakan tetap duduk dan mengenakan sabuk pengaman anda, sampai pesawat ini berhenti dengan sempurna,” suara pramugari.

Sembilan sekawan meninggalkan pesawat, dan memasuki Bandara Soetta pukul 17.05 WIB. Sementara di luar, mobil travel jemputan jenis Hiace sudah menunggu.

“Sebenarnya kawan-kawan sudah pada lapar semua. Kami maksudnya mau makan dulu di bandara atau sekitarnya, cuma abang sopir buru-buru,” kenang Refy.

Sempat terjadi diskusi alot. Namun anak-anak Aceh akhirnya ikut dengan sopir. Sebab alasan yang dikemukakan, khawatir macet di jalanan Jakarta.

“Tapi akhirnya kami makan juga, di rest area Km 57 kalau tidak salah,” jelasnya.

Setelah semuanya beres. Mereka melanjutkan perjalanan darat. Berbagai daerah dilalui. Setelah kurang lebih 10 jam perjalanan, tepat dini hari pukul 03.35 WIB, mereka akhirnya tiba di Blukukan Dua, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tepatnya di kompleks Surakarta Soccer Arena.

Ada dua rumah yang sudah disiapkan untuk para tamu dari Aceh. Mereka membagi diri, dan langsung beristirahat.

Baru sekitar 4 jam menutup mata, tiba-tiba Rasiman, pelatih yang membawa Aceh meraih medali perunggu 2024, datang menyambagi anak asuhnya.

Tiga jebolan PON Aceh berfoto dengan petugas di Bandara Soetta asal Aceh | foto: Istimewa

Dialah yang mengajak anak-anak Aceh untuk berkarir di Pulau Jawa. Setelah sempat berbincang sejenak, ia pamit.

“Seperti saya sampaikan saat PON dulu, kehadiran saya bukan hanya untuk ajang PON, tapi menjadi jembatan bagi anak-anak Aceh untuk berkarir ke luar,” ucap Rasiman.

Selama dua minggu ke depan, di Jawa Tengah mereka akan melakukan persiapan awal tim. Selain dari Aceh, ada jebolan PON Jatim, juga beberapa pemain dari daerah Indonesia bagian tengah yang juga ikut bergabung.

“Untuk tim, saya menghormati dan biar diumumkan langsung dan resmi oleh tim setelah tanda tangan kontrak. Yang pasti tim dari Jawa Barat,” bebernya.

Setelah persiapan di Jawa Tengah, mereka akan bertolak ke Jawa Berat. Tim ini akan dinahkodai Rasiman sebagai pelatih kepala, dimana jebolan PON Aceh mendominasi skuad.

Sekum Asprov PSSI Aceh, Nazaruddin menyampaikan selamat kepada jebolan PON Aceh. Selain sembilan pemain yang ikut bersama Rasiman, ada juga empat lainnya yang sudah lebih dulu bergabung dengan tim Jawa Barat lainnya.

“Maksimalkan kesempatan, tetap disiplin dan berproses dengan sabar hingga menjadi pemain besar, yang membanggakan Aceh dan mudah-mudahan ada yang rezeki dipanggil timnas suatu hari nanti,” ucapnya.

Tags: Pelatih PON AcehPemain PON AcehPesepakbola AcehPON AcehPON XXI Aceh-Sumut
Previous Post

Wisatawan Keluhkan Banyak Sampah di Pantai Gampong Jawa Banda Aceh

Next Post

Kapal Pengangkut Rohingya di Aceh Selatan Milik Warga Lokal, Dibeli Rp580 Juta

Related Posts

Keringat Mengering, Lima Bulan Pasca PON Atlet Aceh Belum Terima Bonus

by Riska Zulfira
2 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Lima bulan setelah perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, sejumlah atlet Aceh masih menunggu pencairan bonus yang...

Wartawan di Mata Pelaku Sepakbola

Wartawan di Mata Pelaku Sepakbola

by Ichsan Maulana
10 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Februari selalu istimewa bagi pemilik profesi wartawan. Saban 9 Februari, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Ragam ucapan,...

Debut Tak Disangka Akmal Juanda

by Ichsan Maulana
8 November 2024
0

MASAKINI.CO - Pertandingan masih menyisakan waktu sekitar 30 menit. Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas menelisik bench. Pandanganya tertuju kepada Akmal Juanda....

Next Post
Kapal Pengangkut Rohingya di Aceh Selatan Milik Warga Lokal, Dibeli Rp580 Juta

Kapal Pengangkut Rohingya di Aceh Selatan Milik Warga Lokal, Dibeli Rp580 Juta

Laga Berat Persiraja Tanpa Penonton

Persiraja Banjir Sanksi, Dua Official Terancam Menepi 12 Bulan

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...