MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kuah Beulangong, Kuliner Khas Aceh Besar yang Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 Desember 2024
in News
0

Warga memasak kuah beulangong saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. I foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kuah Beulangong, hidangan tradisional khas Aceh Besar, resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak 2018.

Kuliner ini menjadi simbol kekayaan budaya kuliner Aceh yang sering disajikan dalam berbagai acara keagamaan, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, syukuran, hingga resepsi pernikahan.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan di Banda Aceh Bertahan Rp7,56 Juta per Mayam

Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Aceh Utara hingga 2–3 Kilometer

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Aceh hingga 17 Oktober

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Bahrul Jamil mengatakan pengakuan Kuah Beulangong sebagai WBTb Indonesia ini menjadi dorongan kuat untuk melestarikan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah gempuran modernisasi.

“Dengan pengakuan ini, kita berharap Kuah Beulangong dapat menjadi salah satu ikon budaya Indonesia di dunia,” ujar Bahrul Jamil di Aceh Besar, di Aceh Besar, Kamis (5/12/2024).

Sebagai salah satu kuliner khas Aceh, Kuah Beulangong kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Besar tetapi juga aset budaya yang memperkaya identitas Indonesia di mata dunia.

Ia menjelaskan nama beulangong berasal dari kata belanga, yang berarti kuali besar. Bahan utamanya yaitu daging sapi, kambing, atau kerbau, yang diracik dengan rempah-rempah khas Aceh.

Hidangan ini juga menggunakan bahan tambahan seperti nangka muda, pisang muda, hingga bagian dalam batang pisang, yang memberikan cita rasa khas dan unik.

“Kuah Beulangong tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga simbol gotong royong masyarakat Aceh sebab proses memasaknya melibatkan banyak orang, mulai dari menyiapkan bahan hingga memasak bersama-sama,” tambahnya.

Bahrul Jamil menuturkan bahwa tradisi memasak Kuah Beulangong sudah ada sejak abad 19 atau bahkan jauh sebelum itu. Awalnya, tradisi ini diperkenalkan oleh pedagang dari Gujarat, India, yang selain berdagang dan menyebarkan Islam, juga membawa pengaruh budaya, termasuk dalam hal kuliner.

Di Aceh, Kuah Beulangong menjadi bagian tak terpisahkan dari acara adat dan tradisi kearifan lokal seperti Khanduri (kenduri) Blang.

Ia juga berharap masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk memastikan tradisi ini tetap hidup di masa depan.

“Peran semua pihak sangat penting agar warisan ini tidak hilang, sehingga kebanggaan masyarakat Aceh Besar bisa terus dirasakan oleh generasi mendatang,” pungkasnya.

Tags: Budaya AcehKuah BeulangongKuliner AcehWarisan Budaya Takbendawisata aceh
Previous Post

Wisatawan Diprediksi Bakal Padati Penyeberangan Ulee Lheue-Sabang Jelang Libur Nataru

Next Post

Gelar Kehormatan dari Wali Nanggroe Aceh untuk Rusia dan Tatarstan

Related Posts

Lima Motif Ornamen Aceh Dipilih untuk Dikembangkan ke Produk Fesyen

by Redaksi
8 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Lima motif ornamen Aceh dipilih sebagai prioritas untuk dikembangkan ke produk fesyen. Sebelum diolah menjadi desain kontemporer, motif-motif...

Bahasa Aceh Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Bupati Aceh Besar Ingatkan Ancaman Hilangnya Identitas

by Redaksi
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris mengingatkan penggunaan bahasa Aceh di kalangan generasi muda perlu dijaga agar tidak...

Rex Peunayong Kembali Dihidupkan Jadi Pusat Kuliner di Banda Aceh

by Aininadhirah
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Rex Peunayong kembali dihidupkan sebagai salah satu pusat kuliner di Kota Banda Aceh. Kawasan yang memiliki sejarah panjang...

Next Post
Gelar Kehormatan dari Wali Nanggroe Aceh untuk Rusia dan Tatarstan

Gelar Kehormatan dari Wali Nanggroe Aceh untuk Rusia dan Tatarstan

Pertemuan Perdana Illiza-Mualem Usai Pilkada, Ini Yang Dibahas

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co