MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Bahasa Aceh Terancam, Sekolah Diminta Wajibkan Penggunaan Setiap Kamis

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
18 Juni 2026
in Daerah
0

Para siswa menghadiri acara Al Farabi Award Tahun 2026 di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/06/2026). Foto: MC ACEH BESAR

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendorong seluruh satuan pendidikan memperkuat penggunaan Bahasa Aceh di lingkungan sekolah sebagai langkah menjaga identitas budaya daerah yang dinilai semakin tergerus.

Penegasan itu disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Tata Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Farhan AP, saat membuka Al Farabi Inspiration Day 2026 di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

RelatedPosts

Defisit 500 Ton per Hari, Pemprov Aceh Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kelangkaan Semen

Pemkab Aceh Besar Turunkan Pompa Air Cegah Sawah Kekeringan di Lhoknga

Illiza Lantik Dr Emeraldha Sebagai Direktur RSUD Meuraxa

Dalam kesempatan tersebut, Farhan menyoroti masih minimnya penggunaan Bahasa Aceh di lingkungan pendidikan meskipun berbagai sekolah telah mengembangkan pembelajaran bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Arab, dan Turki.

“Tadi disebutkan ada Bahasa Inggris, Arab, dan Turki. Lalu, di mana Bahasa Aceh?” kata Farhan.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global. Namun, hal itu tidak boleh menggeser peran bahasa daerah sebagai identitas dan warisan budaya masyarakat Aceh.

Farhan mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mengeluarkan surat edaran sejak 2021 yang mewajibkan penggunaan Bahasa Aceh setiap hari Kamis. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat oleh Pemerintah Aceh pada 2025 sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

Ia mengungkapkan, berbagai kajian menunjukkan Bahasa Aceh berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan akibat semakin berkurangnya penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

“Generasi sekarang masih bisa berbahasa Aceh, anak-anak kita mungkin hanya memahami tetapi tidak lagi menggunakannya. Jika kondisi ini terus berlanjut, generasi berikutnya bisa jadi tidak lagi mengenal Bahasa Aceh,” ujarnya.

Karena itu, Farhan meminta sekolah-sekolah tidak hanya menjalankan kebijakan penggunaan Bahasa Aceh sebagai formalitas, tetapi benar-benar menghidupkannya dalam aktivitas belajar dan interaksi di lingkungan sekolah setiap hari Kamis.

Ia berharap lembaga pendidikan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Aceh tanpa mengurangi penguatan kompetensi bahasa asing yang dibutuhkan siswa.

Tags: Bahasa AcehBudaya AcehPemerintah Aceh BesarPenggunaan Bahasa Daerah di Sekolah
Previous Post

Persimpangan Jalan Masih Jadi Titik Favorit PMKS

Next Post

BI Kirim Uang Baru ke Pulau Terluar Aceh, Lima Wilayah 3T Jadi Sasaran

Related Posts

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

by Riska Zulfira
5 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kekeringan mulai memberikan dampak nyata di Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah daerah mencatat 2.125,69 hektare lahan persawahan di 19...

Pemkab Aceh Besar Turunkan Pompa Air Cegah Sawah Kekeringan di Lhoknga

by Ahlul Fikar
4 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh Besar bergerak cepat menangani kekeringan yang mulai mengancam lahan pertanian di Kecamatan Lhoknga. Sebanyak empat hektare...

Kekeringan Meluas, Pemkab Aceh Besar Percepat Penanganan Krisis Air Bersih

by Riska Zulfira
3 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempercepat langkah penanganan dampak kekeringan yang mulai meluas di sejumlah wilayah dengan memfokuskan upaya...

Next Post

BI Kirim Uang Baru ke Pulau Terluar Aceh, Lima Wilayah 3T Jadi Sasaran

Deepfake Kian Sulit Dibedakan, Penipuan Digital Berbasis AI Meningkat

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co