MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Deepfake Kian Sulit Dibedakan, Penipuan Digital Berbasis AI Meningkat

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
19 Juni 2026
in Nasional
0

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan Keynote Speech dalam acara Indonesia Ethical AI Summit di BSI Tower, Jakarta Selatan. | Foto: Humas Kemkomdigi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memicu munculnya ancaman baru di ruang digital. Teknologi deepfake yang mampu memanipulasi suara, gambar, dan video kini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kasus penipuan digital di masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kemajuan AI telah membuat konten manipulatif semakin sulit dibedakan dari kondisi sebenarnya. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku kejahatan digital meniru identitas seseorang melalui rekayasa suara maupun video yang tampak autentik.

RelatedPosts

El Nino Bisa Dongkrak Harga CPO hingga 35 Persen, Biodiesel Sawit Tertekan

KPK Bongkar Dugaan Suap HGB, Uang Rp106,3 Miliar Disita

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama 2027

“Sekarang suara kita bisa ditiru, gambar wajah kita bisa ditiru, dan tampil dalam bentuk deepfake video yang dihasilkan oleh AI dengan sangat mulus,” ujarnya mengutip  Infpublik.id, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini telah bergerak melampaui generative AI dan memasuki era agentic AI, yaitu sistem yang memiliki kemampuan lebih mandiri dalam menganalisis informasi dan mengambil keputusan.

Di tengah pesatnya perkembangan tersebut, risiko penyalahgunaan teknologi juga meningkat. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan AI untuk menciptakan konten palsu yang dimanfaatkan dalam berbagai modus penipuan daring.

Nezar menilai rendahnya pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi AI membuat banyak orang rentan menjadi korban. Kondisi ini diperparah dengan munculnya konsep synthetic reality atau realitas sintetik yang membuat hasil manipulasi digital semakin sulit dikenali.

“Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa,” katanya.

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan AI, Nezar menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan yang melibatkan teknologi AI. Pendekatan tersebut dikenal dengan prinsip human in the loop, di mana keputusan strategis tetap berada di bawah kendali manusia.

Selain itu, ia menilai aspek etika harus menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi sejak awal. Transparansi, akuntabilitas, dan keamanan dinilai perlu diterapkan secara menyeluruh agar inovasi AI tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang muncul akibat perkembangan AI tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pengembang teknologi, akademisi, industri, dan komunitas digital untuk memperkuat tata kelola serta mitigasi risiko penyalahgunaan teknologi.

Tags: AIDeepfakeKomdigiPenipuan DigitalScam
Previous Post

BI Kirim Uang Baru ke Pulau Terluar Aceh, Lima Wilayah 3T Jadi Sasaran

Next Post

Pendidikan Perdamaian Masuk Aceh, IWPG Fokus Latih Aktivis dan Organisasi Perempuan

Related Posts

Komdigi Panggil Meta, Minta Penjelasan soal Akun WhatsApp Warga yang Mendadak Terblokir

by Ali L
28 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil perwakilan Meta untuk meminta penjelasan terkait banyaknya akun WhatsApp masyarakat yang tiba-tiba...

Akun WhatsApp Warga Mendadak Diblokir, Meta Akui Ada Kesalahan Sistem

by Riska Zulfira
28 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sejumlah pengguna WhatsApp di Indonesia, termasuk warga Aceh, mengeluhkan akun mereka tiba-tiba tidak dapat digunakan dalam beberapa waktu...

Komdigi: Kredibilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Media Lokal di Era Digital

by Aininadhirah
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi), Farida Dewi Maharani, menilai kredibilitas menjadi modal utama bagi perusahaan...

Next Post

Pendidikan Perdamaian Masuk Aceh, IWPG Fokus Latih Aktivis dan Organisasi Perempuan

Jumlah Jemaah Haji Aceh Wafat Bertambah Jadi 12 Orang

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co