MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juli 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Deepfake Kian Sulit Dibedakan, Penipuan Digital Berbasis AI Meningkat

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
19 Juni 2026
in Nasional
0

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan Keynote Speech dalam acara Indonesia Ethical AI Summit di BSI Tower, Jakarta Selatan. | Foto: Humas Kemkomdigi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memicu munculnya ancaman baru di ruang digital. Teknologi deepfake yang mampu memanipulasi suara, gambar, dan video kini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kasus penipuan digital di masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan kemajuan AI telah membuat konten manipulatif semakin sulit dibedakan dari kondisi sebenarnya. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku kejahatan digital meniru identitas seseorang melalui rekayasa suara maupun video yang tampak autentik.

RelatedPosts

Harga BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun, Pemerintah Tunggu Tren Minyak Dunia

Robotika Jadi Peluang Karier Baru, Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Siap Masuk Industri Digital

Kemendikdasmen Petakan Sekolah Minim Murid, Kebijakan Disiapkan Bersama Daerah

“Sekarang suara kita bisa ditiru, gambar wajah kita bisa ditiru, dan tampil dalam bentuk deepfake video yang dihasilkan oleh AI dengan sangat mulus,” ujarnya mengutip  Infpublik.id, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini telah bergerak melampaui generative AI dan memasuki era agentic AI, yaitu sistem yang memiliki kemampuan lebih mandiri dalam menganalisis informasi dan mengambil keputusan.

Di tengah pesatnya perkembangan tersebut, risiko penyalahgunaan teknologi juga meningkat. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan AI untuk menciptakan konten palsu yang dimanfaatkan dalam berbagai modus penipuan daring.

Nezar menilai rendahnya pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi AI membuat banyak orang rentan menjadi korban. Kondisi ini diperparah dengan munculnya konsep synthetic reality atau realitas sintetik yang membuat hasil manipulasi digital semakin sulit dikenali.

“Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa,” katanya.

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan AI, Nezar menekankan pentingnya pengawasan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan yang melibatkan teknologi AI. Pendekatan tersebut dikenal dengan prinsip human in the loop, di mana keputusan strategis tetap berada di bawah kendali manusia.

Selain itu, ia menilai aspek etika harus menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi sejak awal. Transparansi, akuntabilitas, dan keamanan dinilai perlu diterapkan secara menyeluruh agar inovasi AI tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang muncul akibat perkembangan AI tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pengembang teknologi, akademisi, industri, dan komunitas digital untuk memperkuat tata kelola serta mitigasi risiko penyalahgunaan teknologi.

Tags: AIDeepfakeKomdigiPenipuan DigitalScam
Previous Post

BI Kirim Uang Baru ke Pulau Terluar Aceh, Lima Wilayah 3T Jadi Sasaran

Next Post

Pendidikan Perdamaian Masuk Aceh, IWPG Fokus Latih Aktivis dan Organisasi Perempuan

Related Posts

Komdigi dan OJK Putus Jalur Dana Judi Online, 32.500 Rekening Ditutup

by Ali L
16 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah memperluas perang melawan judi online dengan membidik aliran dana yang menjadi penggerak utama aktivitas ilegal tersebut. Kementerian...

Komdigi: Spam Judi Online Kini Bidik Influencer Daerah di Berbagai Platform Media Sosial

by Ahlul Fikar
2 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap perkembangan baru dalam pola penyebaran promosi judi online di media sosial. Jika...

4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan Platform

by Ahmad Mufti
27 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 4,7 juta akun anak telah dinonaktifkan oleh sejumlah platform digital sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP)...

Next Post

Pendidikan Perdamaian Masuk Aceh, IWPG Fokus Latih Aktivis dan Organisasi Perempuan

Jumlah Jemaah Haji Aceh Wafat Bertambah Jadi 12 Orang

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co