MASAKINI.CO – Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga Kamis (18/6/2026), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat sebanyak 12 jemaah haji asal Aceh wafat selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan para jemaah yang meninggal berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, di antaranya Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Bireuen, Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.
Menurutnya, sebagian besar jemaah meninggal akibat gangguan kesehatan, seperti serangan jantung, gagal napas, penyakit ginjal kronis, serta komplikasi penyakit penyerta lainnya yang dialami selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
PPIH Aceh menyebut seluruh jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Proses pemulasaran hingga pemakaman dilakukan oleh petugas haji setempat sesuai syariat dan ketentuan yang berlaku.
“Para jemaah tersebut dimakamkan di sejumlah lokasi pemakaman di Tanah Suci, di antaranya Jannatul Baqi di Madinah dan pemakaman Syaraya di Makkah,” kata Arijal, Jumat (19/6/2026).
Selain memastikan pelayanan pemakaman, pemerintah juga menjamin pemenuhan hak-hak jemaah yang meninggal dunia. Bagi jamaah yang belum sempat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, akan dilakukan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.
PPIH Aceh juga menyatakan dokumen administrasi serta hak-hak jamaah yang wafat akan diproses dan diserahkan kepada ahli waris setelah operasional penyelenggaraan ibadah haji selesai.
Sementara itu, petugas haji terus memantau kondisi kesehatan jemaah Aceh yang masih berada di Arab Saudi guna mengantisipasi risiko kesehatan selama masa pemulangan jamaah ke Tanah Air.









Discussion about this post