MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tribute untuk Nyawöung Digelar di Banda Aceh, Musik Etnik Jadi Ruang Rawat Identitas Budaya

Redaksi by Redaksi
17 Mei 2026
in News
0

Flayer perhelatan budaya bertajuk Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung) pada 24–25 Mei 2026 di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh | Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Komunitas Endatu Kreatif akan menggelar perhelatan budaya bertajuk Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung) pada 24–25 Mei 2026 di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali semangat musik etnik Aceh sekaligus merawat warisan budaya melalui karya-karya legendaris grup musik Nyawöung.

Ketua Komunitas Endatu Kreatif, Rizqi Mubarak, mengatakan acara itu bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang budaya yang mempertemukan generasi lama dan generasi muda melalui karya seni Aceh.

RelatedPosts

139 Barang Rampasan Dilelang Kejati Aceh, Berpotensi Tambah PNBP Rp6,7 Miliar

Sejumlah Wilayah Aceh Berpotensi Hujan dan Angin Kencang hingga 18 Agustus

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa M7,7 Guncang NTT, Warga Diminta Tetap Waspada

“Ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi sebuah perayaan budaya yang menghubungkan generasi lama dan baru. Kami ingin menghadirkan ruang di mana masyarakat bisa merasakan kembali semangat grup musik Nyawöung Aceh yang cukup legendaris,” kata Rizqi, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kategori Pemberdayagunaan Ruang Publik dalam Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 Kementerian Kebudayaan RI.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan akan diisi dengan festival musik etnik Aceh, seminar musik etnik kolaboratif, hingga pertunjukan utama bertema Tribute to Nyawöung. Konsep itu dirancang untuk menghadirkan harmoni musik tradisional dan kontemporer dalam satu panggung budaya.

Menurut Rizqi, Nyawöung memiliki posisi penting dalam perjalanan musik Aceh karena karya-karyanya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga merekam semangat sosial masyarakat pada masanya.

“Nyawöung bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi medium ekspresi, doa, dan perjuangan masyarakat Aceh pada masanya,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah karya seperti Saleum, Untong Kamoe Nyoe, dan Dodaidi masih hidup di tengah masyarakat sebagai simbol solidaritas dan identitas budaya Aceh.

Rizqi menilai, pelestarian musik etnik harus terus dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Menurutnya, musik tradisional Aceh menyimpan nilai sejarah, pesan perdamaian, dan semangat kebersamaan yang masih relevan hingga saat ini.

“Musik menjadi bahasa jiwa masyarakat Aceh. Dari karya-karya itu, kita bisa melihat bagaimana seni hadir sebagai ruang penyembuhan di tengah situasi sulit,” katanya.

Kegiatan Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung) didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, Harmoni Etnik Aceh, dan dipersembahkan oleh Komunitas Endatu Kreatif.

Tags: Budaya AcehEndatu KreatifGema Tanah RencongMusik Etnik AcehTribute to Nyawöung
Previous Post

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah 2026

Next Post

Sekda Aceh Soroti Rendahnya Minat Olahraga, KORMI Diminta Perkuat Budaya Hidup Aktif

Related Posts

Illiza Ceritakan Sejarah Taman Putroe Phang Kepada Wisatawan Malaysia  

by Aininadhirah
19 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, menjadi ruang pertemuan budaya antara masyarakat...

10 Cara Mengurangi Scrolling Media Sosial Secara Berlebihan

KPI Aceh: Stop Normalisasi Bahasa Kasar di Media Sosial  

by Aininadhirah
16 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi kebiasaan berbicara kasar atau teumeunak sebagai bagian dari...

Rapai Tuha Nagan Raya Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

by Riska Zulfira
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Seni pertunjukan tradisional Rapai Tuha Nagan Raya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 Termin...

Next Post

Sekda Aceh Soroti Rendahnya Minat Olahraga, KORMI Diminta Perkuat Budaya Hidup Aktif

Nongkrong hingga Dini Hari, Sepasang Remaja Dibina Satpol PP WH Banda Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co