MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

KPI Aceh: Stop Normalisasi Bahasa Kasar di Media Sosial  

Aininadhirah by Aininadhirah
16 Juli 2026
in News
0
10 Cara Mengurangi Scrolling Media Sosial Secara Berlebihan

Ilustrasi scrolling media sosial. | Foto : Istockphoto/gorodenkoff

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi kebiasaan berbicara kasar atau teumeunak sebagai bagian dari budaya Aceh. Di tengah maraknya penggunaan bahasa kasar dalam komunikasi sehari-hari maupun ruang digital, masyarakat diminta tetap mengedepankan etika dalam berkomunikasi.

Ketua KPI Aceh, Muhammad Reza Fahlevi, mengatakan anggapan bahwa teumeunak merupakan budaya masyarakat Aceh merupakan pandangan yang tidak tepat. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan penggunaan bahasa kasar.

RelatedPosts

Bendera Merah Putih Diturunkan, Paskibraka Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI

4.833 Warga Binaan di Aceh Dapat Remisi HUT RI, 25 Orang Langsung Bebas

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Aceh Tamiang

“Bicara kasar (teumeunak) bukan budaya kita. Jadi jangan menganggap itu benar, meskipun dulu ada anggapan bahwa orang Aceh memang teumeunak,” kata Reza, Kamis (16/7/2026).

Ia menilai etika berbahasa perlu terus dijaga, terutama di ruang publik dan ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Penggunaan bahasa yang santun dinilai penting untuk menciptakan komunikasi yang sehat dan saling menghormati.

Selain itu, Reza mengatakan fenomena konten yang mengandung penghinaan terhadap agama juga menjadi perhatian. Menurutnya, setiap agama yang diakui di Indonesia harus dihormati dan tidak dijadikan sasaran ujaran yang merendahkan.

“Menjelek-jelekkan agama juga tidak boleh, meskipun agama selain Islam. Setiap agama yang diakui di Indonesia tidak boleh saling menjelekkan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat semakin bijak dalam menyampaikan pendapat maupun membuat konten dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesopanan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan di ruang publik maupun ruang digital.

Menurut Reza, budaya komunikasi yang santun menjadi salah satu kunci dalam membangun ruang publik yang sehat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Tags: bahasa kasarBudaya Acehetika berbahasaKPI AcehMuhammad Reza FahleviRuang Digitalteumeunak
Previous Post

Pemko Banda Aceh Serahkan Tiga Rumah Layak Huni, Tahun Ini Targetkan 71 Unit

Next Post

Pemko Banda Aceh Perkuat Kompetensi ASN Lewat Banda Aceh Academy

Related Posts

Illiza Ceritakan Sejarah Taman Putroe Phang Kepada Wisatawan Malaysia  

by Aininadhirah
19 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, menjadi ruang pertemuan budaya antara masyarakat...

Anak Aceh Mulai Terpapar Risiko Media Sosial, KPIA dan DPD RI Dorong Regulasi Digital

by Aininadhirah
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Penggunaan media sosial yang semakin luas di kalangan anak-anak dan remaja menjadi perhatian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh...

KPI Aceh Awasi Ketat Konten Pornografi Anak dan Terorisme

by Aininadhirah
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh memperkuat pengawasan terhadap konten siaran dan digital yang berpotensi melanggar aturan, mulai dari...

Next Post

Pemko Banda Aceh Perkuat Kompetensi ASN Lewat Banda Aceh Academy

10 Paket Jalan di Aceh Besar Mulai Dikerjakan, Pemkab Minta Kontraktor Jaga Kualitas

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co