MASAKINI.CO – Inggris diperkirakan akan secara resmi mengakui Negara Palestina, setelah Perdana Menteri Keir Starmer menyimpulkan bahwa situasi kemanusiaan di wilayah tersebut telah memburuk secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Keputusan ini diambil meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat dan keluarga para sandera yang ditahan oleh Hamas.
Starmer sebelumnya menyatakan pada bulan Juli bahwa Inggris akan mengakui Palestina sebelum pertemuan para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB minggu depan jika situasi tidak membaik. Namun, dengan ofensif militer yang berkelanjutan dan krisis kemanusiaan yang mendalam di Gaza, pemerintah Inggris juga выражает kekhawatiran atas rencana percepatan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat. Para menteri khawatir bahwa tindakan ini akan menghancurkan harapan solusi dua negara.
Pemerintah Inggris menekankan bahwa pengakuan Negara Palestina bukanlah hadiah bagi Hamas dan menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan Gaza di masa depan. Sebagai bagian dari langkah ini, pemerintah Inggris diperkirakan akan meningkatkan sanksi terhadap Hamas dan terus mendesak pembebasan para sandera.
Wakil Perdana Menteri David Lammy, yang akan mewakili Inggris di Majelis Umum PBB, menyatakan “bahwa pengakuan Negara Palestina adalah konsekuensi dari ekspansi serius dan kekerasan pemukim yang terjadi di Tepi Barat,” mengutip laporan theguardian, Minggu (21/9/2025). Ia juga menyoroti kekhawatiran atas pembangunan E1 yang akan menghalangi kemungkinan solusi dua negara.
Sementara itu, Israel telah meningkatkan ofensifnya di Kota Gaza, yang menurut pejabat kesehatan menyebabkan sedikitnya 14 orang tewas dalam semalam. Di Israel, ribuan demonstran bergabung dengan keluarga para sandera yang masih ditahan oleh Hamas untuk menuntut agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegosiasikan diakhirinya perang.
Keputusan Inggris ini telah menimbulkan perbedaan pendapat dengan pemerintahan Donald Trump, yang menentang pengakuan resmi terhadap Negara Palestina. Starmer sebelumnya mengisyaratkan bahwa pengakuan Inggris akan bersyarat dan akan menahan diri jika Israel berkomitmen untuk gencatan senjata dan perdamaian berkelanjutan jangka panjang yang menghasilkan solusi dua negara, serta mengizinkan PBB untuk memulai kembali penyaluran bantuan.
Saat ini, Negara Palestina telah diakui oleh 147 dari 193 negara anggota PBB. Keluarga dari beberapa sandera yang masih ditahan telah menulis surat terbuka kepada Starmer, mengkritik langkah tersebut.










Discussion about this post