MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Festival Geulayang Tunang Hiasi Langit Kuta Malaka

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 Oktober 2025
in News
0

Peserta sedang bersiap-siap sebelum menerbangkan geulayang tunang di langit Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (28/10/2025). | Foto : Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Langit Desa Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, tampak semarak dengan ratusan layang-layang beraneka bentuk dan warna yang menari bebas di udara, Selasa (28/10/2025).

Sorak riang anak-anak berpadu dengan tawa orang dewasa, menandai kemeriahan Festival Geulayang Tunang, sebuah ajang tahunan yang bukan sekadar lomba, tapi juga perayaan warisan budaya Aceh yang hampir terlupakan.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan Bertahan,  Antam Kembali Turun

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sapu Empat Emas di PKM PTKIN Se-Sumatera

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Tinggi, Nagan Raya Masuk Status Waspada

Sebanyak 250 peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian, mulai dari remaja hingga orang tua. Mereka datang dari berbagai pelosok Aceh Besar untuk unjuk keahlian mengendalikan layang-layang tradisional khas Aceh, dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah.

Ketua Panitia Festival, Arif Firnandy, mengatakan kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, melainkan juga bentuk nyata upaya melestarikan permainan tradisional yang dulu begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Aceh.

“Festival ini bukan sekadar lomba, tapi juga upaya kita menghidupkan kembali tradisi geulayang tunang yang sudah menjadi bagian dari budaya Aceh sejak lama,” ujarnya.

Menurut Arif, permainan geulayang tunang dulunya kerap digelar selepas musim panen. Saat itu, sawah yang telah kosong menjadi arena luas bagi para pemuda untuk menerbangkan layang-layang, sekaligus ajang silaturahmi antarwarga.

Kini, tradisi itu mulai jarang terlihat karena tergeser permainan modern dan dominasi gawai di kalangan generasi muda.

“Lewat festival ini, kita ingin anak-anak muda mengenal kembali kebanggaan lokalnya. Layang-layang bukan hanya permainan, tapi simbol kebersamaan dan kegembiraan,” jelasnya.

Festival yang di petakan sawah terbuka itu berlangsung meriah. Sejak sore, peserta sudah bersiap dengan warna layang-layang yang beragam.

Panitia menetapkan dua kategori penilaian, ketinggian layang-layang dan durasi terbang terlama. Setiap peserta diwajibkan menggunakan benang sepanjang 350 meter, dengan layang-layang berwarna sebagai syarat wajib lomba.

“Layang yang bisa bertahan lama dan terbang paling tinggi tanpa putus benang akan jadi juara,”

“Para peserta diberi waktu tertentu, 20 menit pertama untuk menaikkan. Lalu 5 menit untuk menentukan sang juara,” terangnya.

Suasana semakin ramai jelang magrib. Anak-anak berlari di pematang, para orang tua bersorak memberi semangat, sementara para juri menatap langit dengan mata tajam, menentukan mana layang yang paling stabil.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Juara pertama berhak mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp1 juta, lengkap dengan tropi penghargaan.

Namun, di luar hadiah, yang paling berharga bagi warga adalah suasana kebersamaan yang terbangun.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Selain peserta, banyak warga yang datang untuk menonton dan mendukung. Suasananya sangat meriah,” tambah Arif dengan bangga.

Festival ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan di Kuta Malaka. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata lokal yang mampu menggeliatkan ekonomi desa, dari pedagang makanan hingga penjual pernak-pernik layang-layang.

Tags: Aceh BesarFestival Geulayang TunangKecamatan Kuta Malaka
Previous Post

Rumah Warga Aceh Besar Ludes Terbakar, Pemilik Sedang Tak di Rumah

Next Post

Luciano Spalletti Berpotensi Latih Juventus

Related Posts

13.407 Warga Akses MPP Lambaro dalam Dua Bulan, Layanan Dukcapil Paling Banyak Digunakan

by Redaksi
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Mal Pelayanan Publik (MPP) Lambaro Kabupaten Aceh Besar mencatat 13.407 orang mengakses layanan terpadu tersebut selama Agustus hingga...

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Aceh Besar Tekankan Penguatan Persatuan

by Ahmad Mufti
1 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pesan...

Aceh Besar Jadi Satu-satunya Daerah di Aceh Raih Predikat Baik IPKD

by Redaksi
1 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Kabupaten Aceh Besar menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Aceh yang meraih predikat “Baik” sekaligus nilai tertinggi dalam pengukuran Indeks...

Next Post

Luciano Spalletti Berpotensi Latih Juventus

Blanko Tersedia, Disdukcapil Banda Aceh Imbau Warga Segera Rekam KTP-El

Blanko Tersedia, Disdukcapil Banda Aceh Imbau Warga Segera Rekam KTP-El

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co