MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Festival Geulayang Tunang Hiasi Langit Kuta Malaka

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 Oktober 2025
in News
0

Peserta sedang bersiap-siap sebelum menerbangkan geulayang tunang di langit Kuta Malaka, Aceh Besar, Selasa (28/10/2025). | Foto : Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Langit Desa Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, tampak semarak dengan ratusan layang-layang beraneka bentuk dan warna yang menari bebas di udara, Selasa (28/10/2025).

Sorak riang anak-anak berpadu dengan tawa orang dewasa, menandai kemeriahan Festival Geulayang Tunang, sebuah ajang tahunan yang bukan sekadar lomba, tapi juga perayaan warisan budaya Aceh yang hampir terlupakan.

RelatedPosts

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

Awardee BIB Aceh Salurkan 65 Paket Makanan kepada Warga di Bulan Ramadan

100 Armada Disiapkan untuk Mudik Gratis dari Banda Aceh

Sebanyak 250 peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian, mulai dari remaja hingga orang tua. Mereka datang dari berbagai pelosok Aceh Besar untuk unjuk keahlian mengendalikan layang-layang tradisional khas Aceh, dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah.

Ketua Panitia Festival, Arif Firnandy, mengatakan kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, melainkan juga bentuk nyata upaya melestarikan permainan tradisional yang dulu begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Aceh.

“Festival ini bukan sekadar lomba, tapi juga upaya kita menghidupkan kembali tradisi geulayang tunang yang sudah menjadi bagian dari budaya Aceh sejak lama,” ujarnya.

Menurut Arif, permainan geulayang tunang dulunya kerap digelar selepas musim panen. Saat itu, sawah yang telah kosong menjadi arena luas bagi para pemuda untuk menerbangkan layang-layang, sekaligus ajang silaturahmi antarwarga.

Kini, tradisi itu mulai jarang terlihat karena tergeser permainan modern dan dominasi gawai di kalangan generasi muda.

“Lewat festival ini, kita ingin anak-anak muda mengenal kembali kebanggaan lokalnya. Layang-layang bukan hanya permainan, tapi simbol kebersamaan dan kegembiraan,” jelasnya.

Festival yang di petakan sawah terbuka itu berlangsung meriah. Sejak sore, peserta sudah bersiap dengan warna layang-layang yang beragam.

Panitia menetapkan dua kategori penilaian, ketinggian layang-layang dan durasi terbang terlama. Setiap peserta diwajibkan menggunakan benang sepanjang 350 meter, dengan layang-layang berwarna sebagai syarat wajib lomba.

“Layang yang bisa bertahan lama dan terbang paling tinggi tanpa putus benang akan jadi juara,”

“Para peserta diberi waktu tertentu, 20 menit pertama untuk menaikkan. Lalu 5 menit untuk menentukan sang juara,” terangnya.

Suasana semakin ramai jelang magrib. Anak-anak berlari di pematang, para orang tua bersorak memberi semangat, sementara para juri menatap langit dengan mata tajam, menentukan mana layang yang paling stabil.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Juara pertama berhak mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp1 juta, lengkap dengan tropi penghargaan.

Namun, di luar hadiah, yang paling berharga bagi warga adalah suasana kebersamaan yang terbangun.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Selain peserta, banyak warga yang datang untuk menonton dan mendukung. Suasananya sangat meriah,” tambah Arif dengan bangga.

Festival ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan di Kuta Malaka. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata lokal yang mampu menggeliatkan ekonomi desa, dari pedagang makanan hingga penjual pernak-pernik layang-layang.

Tags: Aceh BesarFestival Geulayang TunangKecamatan Kuta Malaka
Previous Post

Rumah Warga Aceh Besar Ludes Terbakar, Pemilik Sedang Tak di Rumah

Next Post

Luciano Spalletti Berpotensi Latih Juventus

Related Posts

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

by Redaksi
14 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Warga Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, mulai menunaikan kewajiban zakat fitrah menjelang Hari Raya...

Bupati Aceh Besar Tekankan Penguatan Ekonomi Syariah dan Peran Lembaga Keistimewaan Aceh

by Riska Zulfira
9 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat berbasis syariah serta peran lembaga keistimewaan Aceh dalam...

MTQ ke-34 At-Taqwa Lampupok Ditutup, Gampong Seureumo Kembali Juara Umum

by Riska Zulfira
4 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Remaja Masjid At-Taqwa Lampupok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, menutup rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 pada Selasa...

Next Post

Luciano Spalletti Berpotensi Latih Juventus

Blanko Tersedia, Disdukcapil Banda Aceh Imbau Warga Segera Rekam KTP-El

Blanko Tersedia, Disdukcapil Banda Aceh Imbau Warga Segera Rekam KTP-El

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co