MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

38 Rumah di Aceh Utara Hilang Tanpa Jejak Akibat Abrasi, Gubernur Minta Secepatnya Diperbaiki

Ulfah by Ulfah
17 November 2025
in Daerah
0
38 Rumah di Aceh Utara Hilang Tanpa Jejak Akibat Abrasi, Gubernur Minta Secepatnya Diperbaiki

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf melihat kondisi langsung permukiman warga yang hilang tanpa jejak akibat abrasi di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (16/11/2025). | Foto : Pemerintah Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Permukiman warga Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara tergerus abrasi, membuat 38 rumah hilang tanpa jejak. Hal ini diketahui saat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) meninjau langsung lokasi tersebut, pada Minggu (16/11/2025).

Gubernur menyebut situasi di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan cepat agar tidak makin meluas. “Saya harapkan secepat mungkin diperbaiki ya, karena ini kalau boleh dikatakan kondisinya darurat. Supaya cepat,” katanya.

RelatedPosts

Banda Aceh Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak

Wagub Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Tak Ganggu Investasi

Mualem Berhalangan Hadir di Upacara HUT RI ke-81, Fadhlullah Sampaikan Salamnya

Ia menambahkan, akan segera memanggil Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk menindaklanjuti penanganan abrasi tersebut agar dampaknya tidak semakin meluas.

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayahwa yang turut mendampingi kunjungan itu menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Aceh terhadap warga terdampak abrasi di Lhok Puuk.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur yang pada hari ini kita telah bersama-sama melihat langsung bagaimana kejadian abrasi di Lhok Puuk. Insya Allah Pak Gubernur sudah mengatakan bahwa akan berusaha secepat mungkin sehingga masyarakat Lhok Puuk aman. Mudah-mudahan cepat selesai,” kata Ayahwa.

Keuchik Lhok Puuk, T. Bakhtiar, menjelaskan bahwa abrasi yang kian parah telah merusak permukiman penduduk sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data gampong, terdapat 475 kepala keluarga (KK) di Lhok Puuk, dan 214 KK di antaranya sudah terdampak langsung abrasi.

“Yang sudah terbawa arus 38 KK (rumah) dan tidak ada lagi jejaknya,” kata Bakhtiar.

Ia menyebut permukiman yang dulunya padat kini berubah menjadi garis pantai. “Ini tanahnya memiliki sertifikat tempat kita berdiri di sini yang kini menjadi pantai,” tambahnya.

Bakhtiar mengatakan abrasi semakin tajam sejak sekitar 2019. Kini, air laut bahkan mulai masuk ke permukiman warga ketika pasang purnama berlangsung. Kondisi ini menyebabkan fasilitas dasar turut terdampak.

Misalnya, abrasi yang terus terjadi telah merusak badan jalan utama gampong. Jalan yang sebelumnya menjadi akses utama bagi warga kini sebagian sudah amblas diterjang ombak.

“Hari ini bukan hanya badan jalan yang rusak, tapi saat pasang purnama air sudah masuk ke perkampungan penduduk. Jadi sumur yang biasanya dipergunakan untuk mandi sudah tidak bisa lagi dipergunakan. Karena di sini juga tidak ada lagi air PDAM. Pipanya ada setelah tsunami, tapi airnya tidak teraliri,” jelasnya.

Pemerintah gampong berharap penanganan darurat segera dilakukan, termasuk pembangunan pemecah gelombang serta relokasi sementara warga yang sudah kehilangan tempat tinggal.

Mualem memastikan pemerintah akan mengupayakan langkah mitigasi dan penanggulangan jangka pendek maupun jangka panjang. “Kita tidak ingin ada korban lebih besar lagi. Semua harus kita lakukan dengan cepat,” katanya.

 

Tags: AbrasiAbrasi LautAceh UtaraPemerintah Aceh
Previous Post

Operasi Zebra Seulawah 2025 Dimulai Hingga 30 November

Next Post

Derita Lumpuh Otak, Peraih Emas Paralimpiade Berpulang

Related Posts

Mualem Berhalangan Hadir di Upacara HUT RI ke-81, Fadhlullah Sampaikan Salamnya

by Aininadhirah
17 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO- Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem berhalangan hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...

Forkopimda Aceh Sepakat Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Mendagri

by Redaksi
16 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh dan DPR Aceh akan berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendapatkan kepastian hukum terkait Bendera...

21 Tahun Damai Aceh, Fadhlullah: Tantangan Kita Kini Memastikan Rakyat Rasakan Manfaat Perdamaian

by Riska Zulfira
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan tantangan Aceh setelah 21 tahun perdamaian bukan lagi mengakhiri konflik, melainkan memastikan masyarakat...

Next Post

Derita Lumpuh Otak, Peraih Emas Paralimpiade Berpulang

Dalam Tiga Tahun, Jumlah Siswa Sekolah Lansia di Aceh Tembus 6.500 Orang

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co