MASAKINI.CO – Partai Golkar Aceh menegaskan komitmennya untuk memperluas ruang kepemimpinan perempuan di dunia politik. Melalui Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), partai berlambang pohon beringin itu menggelar pelatihan Pendidikan Politik Perempuan dan Public Speaking di Hotel Rasamala, Banda Aceh, 28-30 November 2025. Sekitar 70 kader perempuan dari seluruh Aceh mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif, saat membuka acara menekankan bahwa perempuan adalah elemen penting dalam proses pengambilan kebijakan, bukan sekadar pelengkap dalam struktur partai.
“Golkar tidak pernah membeda-bedakan. Tidak ada dikotomi antara perempuan dan laki-laki dalam politik. Perempuan punya tempat yang sama untuk memberi saran dan pendapat terkait keputusan politik, baik di daerah maupun nasional,” ujar Nurlif, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, gagasan politik yang dihasilkan partai adalah untuk kepentingan publik, sehingga keterlibatan perempuan bukan hanya diperlukan, tetapi harus diperkuat. Ia juga memuji para kader perempuan Golkar Aceh yang dinilai memiliki kreativitas dan semangat tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.
Karena itu, pelatihan pendidikan politik dan public speaking dianggap sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan kader perempuan agar mampu tampil percaya diri di ruang publik.
“Tujuannya jelas, untuk membekali kader perempuan Partai Golkar agar mampu berkomunikasi dengan baik dan strategis, baik sesama perempuan, dengan masyarakat, maupun dengan pemerintah,” katanya.
Ia menegaskan kemampuan komunikasi kini menjadi modal utama di tengah dinamika politik yang semakin cepat berubah. Perempuan, ujarnya, perlu terlatih dalam menyampaikan gagasan secara efektif agar mampu membangun kesepahaman dalam forum-forum penting.
Selain penguatan kemampuan teknis, peserta juga mendapat materi mengenai posisi dan peran KPPG sebagai sayap resmi Partai Golkar. Sejak diputuskan dalam Rakernas 2002, KPPG memiliki peran strategis dalam struktur partai, termasuk memiliki hak suara dalam forum pengambilan keputusan tertinggi, sejajar dengan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
“Banyak perempuan Partai Golkar yang sukses dan menjadi contoh inspiratif. Saya yakin ke depan perempuan Golkar akan memiliki peran semakin penting dalam pembangunan, dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional,” tegas Nurlif.
Melalui pelatihan ini, Golkar Aceh menegaskan bahwa perempuan bukan hanya peserta politik, melainkan aktor utama yang perlu dipersiapkan untuk memimpin perubahan. Partai berharap lahir lebih banyak kader perempuan yang mampu berkompetisi, tampil di ruang publik, dan menjadi penggerak pembangunan di Aceh.










Discussion about this post