MASAKINI.CO – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir tidak hanya merusak infrastruktur dan memutus akses jalan, tetapi juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi serta aliran listrik.
Akibatnya, banyak warga tidak dapat menghubungi keluarga mereka yang berada di titik-titik banjir.
Sejak jaringan komunikasi terganggu, warga yang memiliki keluarga di wilayah paling terdampak termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang hingga Pidie mengaku cemas karena tidak mendapat kabar sama sekali.
Seorang warga Banda Aceh yang keluarganya berada di Bireuen, Muammar mengaku sangat cemas sebab sudah tiga hari belum mendapatkan informasi tentang kondisi keluarganya.
“Sudah tiga hari saya hubungi terus tapi belum terhubung, saya khawatir orang tua disana,” katanya, Sabtu (29/11/2025).
Gangguan telekomunikasi terjadi akibat banyaknya jaringan seluler yang terdampak banjir dan longsor, serta tower BTS yang tidak berfungsi karena listrik padam.
Kondisi ini diperparah oleh akses jalan yang putus dan terendam banjir sehingga teknisi kesulitan mencapai lokasi untuk melakukan perbaikan.
Hal senada juga dialami Tati warga Tangse, Pidie. Ia sudah menghubungi ibunya yang berada di Tangse sejak 25 November lalu. Namun koneksi belum dapat terhubung hingga hari ini.
“Bahkan saya juga sudah hubungi Keuchik kampung saya tapi belum ada jaringan disana,” kata Tati yang kini berada di Banda Aceh.
Ia berharap kondisi ini cepat membaik dan jaringan telekomunikasi kembali stabil.
“Kami sangat mengharapkan jaringan segera pulih. Disini saya tidak bisa tenang Informasi dari keluarga sangat penting, terutama untuk memastikan mereka selamat,“ ujar Tati.
BNPB sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah jalur utama, termasuk ruas jalan nasional Aceh Tengah–Gayo Lues, Aceh Timur–Langsa, serta batas Sumut–Aceh, masih tidak dapat dilalui akibat longsor dan badan jalan yang amblas.
Untuk memastikan komunikasi darurat tetap berjalan, tim gabungan telah memasang perangkat Starlink di beberapa daerah terdampak berat, seperti Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang. Meski demikian, aksesnya masih terbatas.










Discussion about this post