MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Akses Jalan Antarprovinsi Terputus, Usaha Online di Aceh Ikut Lumpuh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
2 Desember 2025
in News
0
Akses Jalan Antarprovinsi Terputus, Usaha Online di Aceh Ikut Lumpuh

Rahmi mengemas Ue Neulheu usai proses penggilingan. | Foto : Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Terputusnya akses transportasi Aceh–Medan akibat banjir dan tanah longsor memicu dampak berlapis bagi masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, lumpuhnya jalur utama antarprovinsi itu juga memukul pelaku usaha daring (online).

Salah satu yang terdampak adalah Ue Neulheu atau kelapa gongseng, usaha kebutuhan rumah tangga milik pengusaha muda Banda Aceh, Rahmi Aidal Fitri. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 110 kilogram barang dagangan miliknya tertahan di kawasan Jembatan Kutablang, Bireuen, sejak jalur tersebut tidak bisa dilalui.

RelatedPosts

Harga Emas Turun Tajam, Saatnya Beli?

Tak Semua Orang Miskin Berhak Terima Zakat Fitrah

BBPOM Aceh Temukan Kosmetik dan Obat Tanpa Izin Edar di Langsa

“Barangnya aman dan tidak mengganggu kualitas asal terkena banjir. Sopir juga sudah memastikan. Hanya saja belum bisa lewat sama sekali,” kata Rahmi kepada masakini.co, Senin (1/12/2025).

Produk tersebut seharusnya dikirim ke pelanggan di Takengon dan Panton Labu. Namun penutupan total jalur Aceh–Sumut membuat seluruh pengiriman menggunakan armada L300 terhenti sampai waktu yang belum pasti.

Dampaknya, penjualan daring Ue Neulheu menurun tajam. Pesanan melalui Shopee dan TikTok Shop anjlok karena pengiriman tidak dapat diproses.

“Perbedaannya jauh sekali dibanding hari biasa. Karena tidak bisa kirim, orderan turun dan kami terpaksa tutup dulu e-commerce-nya,” ujarnya.

Rahmi menambahkan, beberapa pelanggan yang menggunakan metode COD masih bisa dihubungi, sementara sebagian lainnya belum merespons. Meski tidak mengalami kerugian finansial karena pembayaran dilakukan setelah barang diterima, ia menyebut pemasukan usahanya kini terkendala.

“Yang COD aman, mereka belum bayar karena barang belum sampai. Jadi tidak rugi uang, tapi pesanan baru dari luar Banda Aceh benar-benar tidak ada,” katanya.

Lumpuhnya jalur Aceh–Medan sendiri disebabkan sedikitnya 27 titik kerusakan jalan, termasuk sejumlah jembatan yang ambruk, sehingga kendaraan logistik tidak dapat melintas.

Tidak hanya pelaku usaha seperti Rahmi, konsumen juga merasakan imbas keterlambatan pengiriman barang. Mia Sofianti, warga Aceh Besar, mengaku sudah menunggu paket pesanannya selama sepekan.

“Saya pesan Senin (23/11/2025), harusnya tiba Jumat (28/11/2025). Tapi sampai sekarang belum sampai karena akses terputus,” ujarnya.

Menurut Mia, pesanannya dikirim dari Bandung melalui transportasi darat. “Tapi barusan saya cek estimasi tiba besok, 2 Desember,” sebutnya.

Hingga kini belum ada kepastian kapan jalur Aceh–Medan kembali normal. Pelaku usaha daring maupun konsumen hanya bisa menunggu perbaikan akses sebagai satu-satunya jalan agar arus logistik kembali bergerak.

Tags: Banjir AcehJalan putusLongsorUsaha online
Previous Post

5 Penyebar Hoaks Tsunami Ditangkap, Kepanikan Massal di Pidie Jaya Makan Korban Jiwa

Next Post

Seri Rahayu, Penyintas Tsunami yang Kembali Menyaksikan Aceh Terendam

Related Posts

AMPI Nilai Banjir Aceh Bukan Sekadar Bencana Alam, Dipicu Salah Kelola Lingkungan

by Redaksi
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) menilai banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh bukan semata-mata bencana alam, melainkan...

Longsor Ketol Kian Parah, Lubang Raksasa Ancam Permukiman Warga

by Riska Zulfira
31 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Ancaman longsor di kawasan Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, kian mengkhawatirkan. Lubang raksasa yang muncul di wilayah...

Kasus Campak Ditemukan, Tim Vaksinasi Dikerahkan ke 9 Daerah Terdampak

by Riska Zulfira
19 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota guna mencegah penyebaran campak...

Next Post
Seri Rahayu, Penyintas Tsunami yang Kembali Menyaksikan Aceh Terendam

Seri Rahayu, Penyintas Tsunami yang Kembali Menyaksikan Aceh Terendam

Update Bencana Aceh, 173 Orang Meninggal dan 204 Hilang

Update Bencana Aceh, 173 Orang Meninggal dan 204 Hilang

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co