MASAKINI.CO – Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana hidrometeorologi di Aceh telah mencapai hampir 80 persen. Namun, Basarnas menegaskan masih ada puluhan warga yang belum ditemukan, dengan jumlah terbesar berada di Aceh Tengah.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan hingga hari ini sebanyak 4.271 orang sudah dievakuasi dari berbagai wilayah terdampak. Dari total tersebut, 389 warga dinyatakan meninggal dunia dan 62 orang masih dalam pencarian.
“Korban hilang terbanyak berada di Aceh Tengah sebanyak 24 orang. Ini menjadi fokus kami karena medan di sana memang berat,” katanya dalam konferensi pers, Senin (8/12/2025).
Ia menyebut operasi SAR telah berjalan sejak dua pekan terakhir di 18 kabupaten/kota telah mengerahkan lebih dari 400 personel Basarnas,sementara lebih dari 2.000 personel gabungan tersebar di lapangan. “Kita pastikan seluruh wilayah tersisir, terutama lokasi yang dilaporkan masih ada korban,” katanya.
Dalam dua pekan operasi, berbagai peralatan digunakan, mulai dari perahu karet, rescue car, drone, perahu fiber, hingga kapal SAR KN Purworejo yang siaga di Lhokseumawe. Namun, medan di dataran tinggi Aceh Tengah dan Bener Meriah dinilai menjadi hambatan terbesar. Akses darat yang putus membuat pergerakan tim menjadi lebih lambat.
Untuk mempercepat pencarian di dua wilayah tersebut, Basarnas telah menerbangkan personel menggunakan pesawat BNPB. Satgas SAR setempat yang sudah berada di lokasi sejak awal turut membantu penyisiran manual di titik-titik yang dicurigai masih terdapat korban. “Akses sangat terbatas, sehingga strategi udara dan penguatan personel menjadi kunci,” kata Al Hussain.
Sementara itu, di wilayah lain seperti Bireuen dan Aceh Utara, operasi pencarian dilakukan melalui penyisiran sungai dan pemantauan udara. Di Tanah Jambo Aye, tim mengoperasikan drone untuk memastikan tidak ada korban terlewat. Di Aceh Tamiang, patroli dilakukan di sepanjang Sungai Tamiang.
Al Hussain menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan, terutama 24 warga di Aceh Tengah yang hingga kini belum bisa dievakuasi. “Kami tidak akan menghentikan operasi sebelum semuanya terdata dan wilayah terdampak dinyatakan aman,” ujarnya.










Discussion about this post