MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pakar USK: Infrastruktur Aceh Belum Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi Ekstrem

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Desember 2025
in News
0

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh belakangan ini mengungkap kelemahan kesiapan infrastruktur daerah dalam menghadapi kejadian ekstrem. 

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik, menilai sistem pengendalian banjir yang ada saat ini belum dirancang untuk menahan bencana dengan skala sebesar yang baru terjadi.

RelatedPosts

Mualem Minta BPJS Buka Blokir JKA, Kepesertaan Warga Aceh Diminta Diaktifkan Kembali

Satpol PP-WH Banda Aceh Minta Teguran terhadap Pelanggar Syariat Dilakukan Secara Wajar

Dari Bullying hingga Krisis Literasi, Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Suarakan Keresahan Lewat Film Dokumenter

Menurut Syamsidik, selama ini perencanaan infrastruktur di Aceh masih berpatokan pada banjir tahunan yang relatif rutin. Padahal, karakter bencana yang terjadi kali ini jauh melampaui asumsi desain awal.

“Infrastruktur kita tidak didesain untuk kejadian sebesar ini.  Karena itu, saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, desain harus dievaluasi dan direvisi,” ujar Syamsidik, Sabtu (27/12/2025).

Syamsidik menjelaskan, jika dibandingkan dengan tsunami, bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan badai memiliki frekuensi kejadian yang jauh lebih sering. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapan mitigasi perlu ditingkatkan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data lintasan badai selama 150 tahun yang direkam NASA, wilayah Aceh sebelumnya tidak memiliki catatan jalur badai siklon.

Bahkan pada peristiwa serupa tahun 2001, badai yang terbentuk di sekitar Selat Malaka tidak berkembang dan tidak menghantam Aceh. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana dampaknya dirasakan secara luas.

“Ini kejadian pertama badai besar terbentuk dan berdampak langsung di wilayah selat yang relatif sempit seperti ini. Artinya, ada perubahan pola yang perlu kita waspadai,” katanya.

Menghadapi potensi kejadian serupa di masa depan, Syamsidik menekankan pentingnya kajian teknis mendalam untuk menetapkan standar baru mitigasi bencana. Kajian tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur ke depan mampu menahan bencana ekstrem dan melindungi masyarakat.

“Tantangan kita ke depan cukup kompleks. Mitigasi harus berbasis kajian ilmiah agar ketika bencana ini berulang, dampaknya tidak separah sekarang,” pungkasnya.

Tags: Bencana hidrometeorologiGuru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK)InfrastrukturProf. Dr. Syamsidikrehabilitasi dan rekonstruksi
Previous Post

Ingat Pernah Kelaparan, Raphinha Boyong Istri Bagi Makanan

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Related Posts

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

by Redaksi
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh meninjau langsung hasil pembangunan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) di...

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana Hingga 30 Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana Hingga 30 Juli 2026

by Redaksi
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh resmi menetapkan Status Transisi Darurat menuju Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi seiring berakhirnya masa tanggap darurat. Penetapan ini...

HUT ke-27 Aceh Singkil, Wagub Sorot Ketertinggalan dan Desak Percepatan Pembangunan

by Riska Zulfira
27 April 2026
0

MASAKINI.CO - Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil dimanfaatkan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, untuk menyoroti tantangan nyata pembangunan daerah...

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Pelatih Valencia B Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co