MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pakar USK: Infrastruktur Aceh Belum Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi Ekstrem

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Desember 2025
in News
0

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh belakangan ini mengungkap kelemahan kesiapan infrastruktur daerah dalam menghadapi kejadian ekstrem. 

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik, menilai sistem pengendalian banjir yang ada saat ini belum dirancang untuk menahan bencana dengan skala sebesar yang baru terjadi.

RelatedPosts

Dua Rumah Kayu di Aceh Tengah Hangus Terbakar, Korban Mengungsi

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Tiga Hari Tak Berubah, Harga Emas Perhiasan Banda Aceh Rp7,54 Juta per Mayam

Menurut Syamsidik, selama ini perencanaan infrastruktur di Aceh masih berpatokan pada banjir tahunan yang relatif rutin. Padahal, karakter bencana yang terjadi kali ini jauh melampaui asumsi desain awal.

“Infrastruktur kita tidak didesain untuk kejadian sebesar ini.  Karena itu, saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, desain harus dievaluasi dan direvisi,” ujar Syamsidik, Sabtu (27/12/2025).

Syamsidik menjelaskan, jika dibandingkan dengan tsunami, bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan badai memiliki frekuensi kejadian yang jauh lebih sering. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapan mitigasi perlu ditingkatkan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data lintasan badai selama 150 tahun yang direkam NASA, wilayah Aceh sebelumnya tidak memiliki catatan jalur badai siklon.

Bahkan pada peristiwa serupa tahun 2001, badai yang terbentuk di sekitar Selat Malaka tidak berkembang dan tidak menghantam Aceh. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana dampaknya dirasakan secara luas.

“Ini kejadian pertama badai besar terbentuk dan berdampak langsung di wilayah selat yang relatif sempit seperti ini. Artinya, ada perubahan pola yang perlu kita waspadai,” katanya.

Menghadapi potensi kejadian serupa di masa depan, Syamsidik menekankan pentingnya kajian teknis mendalam untuk menetapkan standar baru mitigasi bencana. Kajian tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur ke depan mampu menahan bencana ekstrem dan melindungi masyarakat.

“Tantangan kita ke depan cukup kompleks. Mitigasi harus berbasis kajian ilmiah agar ketika bencana ini berulang, dampaknya tidak separah sekarang,” pungkasnya.

Tags: Bencana hidrometeorologiGuru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK)InfrastrukturProf. Dr. Syamsidikrehabilitasi dan rekonstruksi
Previous Post

Ingat Pernah Kelaparan, Raphinha Boyong Istri Bagi Makanan

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Related Posts

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

by Redaksi
28 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring Aceh...

Serapan Anggaran Bencana Aceh Capai Rp498,25 Miliar, Naik Rp41,16 Miliar Sepekan

by Redaksi
27 September 2026
0

MASAKINI.CO – Realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh untuk penanganan bencana hidrometeorologi mencapai Rp498,25 miliar atau 30,16 persen dari...

Tambahan TKD Bencana Aceh Baru Terealisasi Rp457 Miliar, Rp1,19 Triliun Masih Berjalan

by Redaksi
23 September 2026
0

MASAKINI.CO – Realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi di Aceh hingga 18 September 2026 baru mencapai...

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Pelatih Valencia B Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co