MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pakar USK: Infrastruktur Aceh Belum Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi Ekstrem

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Desember 2025
in News
0

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh belakangan ini mengungkap kelemahan kesiapan infrastruktur daerah dalam menghadapi kejadian ekstrem. 

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik, menilai sistem pengendalian banjir yang ada saat ini belum dirancang untuk menahan bencana dengan skala sebesar yang baru terjadi.

RelatedPosts

Satu Rumah dan Tiga Dapur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Minyak 

Kapolda Aceh: Belum Ada Keterlibatan Kapolresta Banda Aceh dalam Kasus Etomidate Bireuen

Harga Emas Perhiasan Turun, Antam Justru Naik

Menurut Syamsidik, selama ini perencanaan infrastruktur di Aceh masih berpatokan pada banjir tahunan yang relatif rutin. Padahal, karakter bencana yang terjadi kali ini jauh melampaui asumsi desain awal.

“Infrastruktur kita tidak didesain untuk kejadian sebesar ini.  Karena itu, saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, desain harus dievaluasi dan direvisi,” ujar Syamsidik, Sabtu (27/12/2025).

Syamsidik menjelaskan, jika dibandingkan dengan tsunami, bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan badai memiliki frekuensi kejadian yang jauh lebih sering. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapan mitigasi perlu ditingkatkan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data lintasan badai selama 150 tahun yang direkam NASA, wilayah Aceh sebelumnya tidak memiliki catatan jalur badai siklon.

Bahkan pada peristiwa serupa tahun 2001, badai yang terbentuk di sekitar Selat Malaka tidak berkembang dan tidak menghantam Aceh. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana dampaknya dirasakan secara luas.

“Ini kejadian pertama badai besar terbentuk dan berdampak langsung di wilayah selat yang relatif sempit seperti ini. Artinya, ada perubahan pola yang perlu kita waspadai,” katanya.

Menghadapi potensi kejadian serupa di masa depan, Syamsidik menekankan pentingnya kajian teknis mendalam untuk menetapkan standar baru mitigasi bencana. Kajian tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur ke depan mampu menahan bencana ekstrem dan melindungi masyarakat.

“Tantangan kita ke depan cukup kompleks. Mitigasi harus berbasis kajian ilmiah agar ketika bencana ini berulang, dampaknya tidak separah sekarang,” pungkasnya.

Tags: Bencana hidrometeorologiGuru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK)InfrastrukturProf. Dr. Syamsidikrehabilitasi dan rekonstruksi
Previous Post

Ingat Pernah Kelaparan, Raphinha Boyong Istri Bagi Makanan

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Related Posts

Anggaran Infrastruktur 2027 Terbatas, Aceh Barat Fokus Bangun Ruas Jalan Prioritas

by Aininadhirah
30 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Barat Tarmizi turun langsung meninjau pembangunan jalan dan jembatan di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen,...

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

by Redaksi
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh meninjau langsung hasil pembangunan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) di...

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Pelatih Valencia B Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co