MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pakar USK: Infrastruktur Aceh Belum Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi Ekstrem

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Desember 2025
in News
0

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik | foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh belakangan ini mengungkap kelemahan kesiapan infrastruktur daerah dalam menghadapi kejadian ekstrem. 

Guru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Syamsidik, menilai sistem pengendalian banjir yang ada saat ini belum dirancang untuk menahan bencana dengan skala sebesar yang baru terjadi.

RelatedPosts

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

Awardee BIB Aceh Salurkan 65 Paket Makanan kepada Warga di Bulan Ramadan

100 Armada Disiapkan untuk Mudik Gratis dari Banda Aceh

Menurut Syamsidik, selama ini perencanaan infrastruktur di Aceh masih berpatokan pada banjir tahunan yang relatif rutin. Padahal, karakter bencana yang terjadi kali ini jauh melampaui asumsi desain awal.

“Infrastruktur kita tidak didesain untuk kejadian sebesar ini.  Karena itu, saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, desain harus dievaluasi dan direvisi,” ujar Syamsidik, Sabtu (27/12/2025).

Syamsidik menjelaskan, jika dibandingkan dengan tsunami, bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan badai memiliki frekuensi kejadian yang jauh lebih sering. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapan mitigasi perlu ditingkatkan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data lintasan badai selama 150 tahun yang direkam NASA, wilayah Aceh sebelumnya tidak memiliki catatan jalur badai siklon.

Bahkan pada peristiwa serupa tahun 2001, badai yang terbentuk di sekitar Selat Malaka tidak berkembang dan tidak menghantam Aceh. Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana dampaknya dirasakan secara luas.

“Ini kejadian pertama badai besar terbentuk dan berdampak langsung di wilayah selat yang relatif sempit seperti ini. Artinya, ada perubahan pola yang perlu kita waspadai,” katanya.

Menghadapi potensi kejadian serupa di masa depan, Syamsidik menekankan pentingnya kajian teknis mendalam untuk menetapkan standar baru mitigasi bencana. Kajian tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur ke depan mampu menahan bencana ekstrem dan melindungi masyarakat.

“Tantangan kita ke depan cukup kompleks. Mitigasi harus berbasis kajian ilmiah agar ketika bencana ini berulang, dampaknya tidak separah sekarang,” pungkasnya.

Tags: Bencana hidrometeorologiGuru Besar Ilmu Hidroteknik Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK)InfrastrukturProf. Dr. Syamsidikrehabilitasi dan rekonstruksi
Previous Post

Ingat Pernah Kelaparan, Raphinha Boyong Istri Bagi Makanan

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Related Posts

104 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh Utara Diresmikan

104 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh Utara Diresmikan

by Redaksi
14 Maret 2026
0

‎‎MASAKINI.CO — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago, meresmikan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat...

Korban Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan Perbaikan Rumah dari Pemerintah

Korban Bencana Aceh Tamiang Terima Bantuan Perbaikan Rumah dari Pemerintah

by Ulfah
13 Februari 2026
0

MASAKINI.CO — Korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Bantuan tahap I tersebut diserahkan...

Gubernur Aceh Perpanjang Keempat Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

by Riska Zulfira
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) kembali menetapkan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh selama tujuh hari,...

Next Post

Kalahkan Wolves 2-1, Liverpool Cetak Empat Kemenangan Beruntun

Pelatih Valencia B Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co