MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

62 Duta Bahasa dari 31 Provinsi Bersaing di Ajang Nasional 2026

Riska Zulfira by Riska Zulfira
15 September 2026
in Nasional
0

Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 | Foto: Kemendikdasmen

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 62 Duta Bahasa dari 31 provinsi mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 di Jakarta, 14–19 September 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan peran mereka dalam menjaga penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah di tengah perubahan pola komunikasi akibat digitalisasi.

Pemilihan tersebut digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Selain memilih duta terbaik, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan peran generasi muda dalam menjalankan prinsip Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

RelatedPosts

TransNusa Kini Buka Rute Bali–Melbourne

BGN Terapkan MBG Sistem Prasmanan Secara Bertahap

Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Siapkan Aturan Khusus untuk UMK

Ketua Bulan Bahasa dan Sastra, Eko Marini, mengatakan rangkaian penjurian berlangsung selama enam hari sebelum ditutup melalui acara puncak di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta.

Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widianto, menegaskan predikat Duta Bahasa bukan sekadar gelar yang berlaku selama kompetisi. Menurutnya, status tersebut melekat seumur hidup dan membawa tanggung jawab untuk menjadi representasi generasi Indonesia dalam bersikap terhadap bahasa.

“Tidak ada istilah pensiunan Duta Bahasa karena gelar ini melekat seumur hidup pada nama peserta. Ini bukan tugas sampingan, melainkan komitmen untuk menjadi representasi orang Indonesia yang ideal melalui sikap kebahasaan,” ujar Hidayat dalam keterangan resminya.

Ia meminta para finalis turut mengubah cara pandang masyarakat terhadap bahasa Indonesia agar tidak dianggap kaku. Bahasa Indonesia, kata dia, harus dapat tampil luwes, fleksibel, dan menarik sehingga lebih dekat dengan generasi muda.

Isu perubahan bahasa akibat digitalisasi juga menjadi perhatian peserta. Finalis asal Kepulauan Riau, Imanuel Maitri Wisan Junior, mengatakan perkembangan teknologi turut memengaruhi cara masyarakat berkomunikasi.

“Saya sendiri ikut tertarik mengikuti Pemilihan Duta Bahasa itu karena banyak sekali bahasa yang sudah dipengaruhi oleh digitalisasi,” kata Imanuel.

Ia ingin menggunakan peran tersebut untuk mengajak masyarakat dan generasi muda menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai konteks, sekaligus melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing.

Menurut Imanuel, penggunaan bahasa yang tepat dapat membuat komunikasi lebih efektif sekaligus mendukung peningkatan literasi masyarakat.

Sementara itu, finalis perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Rija Ulia Mayri, melihat bahasa Indonesia dan bahasa daerah memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

“Bahasa Indonesia adalah hal yang mempersatukan kita dan bahasa daerah adalah hal yang membuat kita terlihat unik,” ujar Rija.

Selain menjalani kompetisi, para finalis juga akan dinilai untuk menentukan pemenang terbaik, pemenang harapan, dan pemenang terfavorit Duta Bahasa Nasional 2026.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan samir kepada dua perwakilan finalis, yakni Maelewis J. R. dari Kepulauan Riau dan Rija Ulia Mayri dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Tags: Badan BahasaBahasa DaerahBahasa IndonesiaDigitalisasiDuta Bahasa Nasional 2026Generasi Muda
Previous Post

Pasokan Chip Menipis, Harga PC dan Laptop Diprediksi Naik 2027

Next Post

Sanger Day Fest Jadi Ruang Pertemuan Tradisi Kopi dan Seni Modern Aceh

Related Posts

Bupati Aceh Besar Khawatir Generasi Muda Tak Lagi Fasih Berbahasa Aceh

by Ahmad Mufti
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar Muharram Idris mengingatkan ancaman lunturnya penggunaan bahasa Aceh di kalangan generasi muda. Ia meminta keluarga,...

Batik Malaka Dikenalkan Langsung kepada Generasi Muda, 40 Siswa Praktik Membatik

by Redaksi
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Batik Malaka di Gampong Lam Ara, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, dikenalkan secara langsung kepada generasi muda melalui...

DKI Jakarta Raih Duta Bahasa Nasional 2026

by Ahlul Fikar
21 September 2026
0

MASAKINI.CO - Pasangan DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, ditetapkan sebagai Terbaik 1 Duta Bahasa Nasional 2026...

Next Post

Sanger Day Fest Jadi Ruang Pertemuan Tradisi Kopi dan Seni Modern Aceh

Bapelkes Aceh di Jantho Direncanakan Jadi Pusat Rehabilitasi Narkoba

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co