MASAKINI.CO – Sejak bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh telah menerima rujukan sekitar 146 pasien dari daerah terdampak. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, manajemen RSUDZA menambah 120 tempat tidur rawat inap.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa penambahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah tanggap darurat. Dengan tambahan itu, kapasitas bed RSUDZA yang sebelumnya berjumlah 839 unit kini meningkat menjadi 959 bed per tahun 2025.
“RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Aceh telah menyiapkan pelayanan ekstra sejak awal bencana, sesuai arahan Gubernur,” kata MTA, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh layanan subspesialistik di RSUDZA tetap beroperasi penuh dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang siaga 24 jam setiap hari. Pelayanan tersebut didukung fasilitas penunjang seperti laboratorium, radiologi, farmasi, gizi, hingga sistem utilitas rumah sakit yang terjaga ketersediaannya.
Selain menerima pasien rujukan, RSUDZA juga mengirimkan tim tenaga medis ke sejumlah daerah terdampak sejak 29 November 2025. Tim tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung di lapangan.
Wilayah yang menjadi sasaran pelayanan meliputi Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Layanan yang diberikan mencakup penanganan kegawatdaruratan, penyakit dalam, bedah, anak, jantung, saraf, hingga keperawatan.
RSUDZA juga memfasilitasi rujukan pasien melalui ambulans udara atau medivac-air dari daerah yang akses daratnya terputus akibat bencana, dengan berkoordinasi bersama TNI AU, Kesdam, KKP, dan PSC.
Untuk mengurangi kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pihak rumah sakit saat ini tengah mengembangkan ruang transit IGD seiring meningkatnya jumlah pasien rujukan dan mulai pulihnya akses transportasi darat.
“Seluruh langkah ini dilakukan agar pelayanan kesehatan bagi korban bencana tetap berjalan optimal,” tutup Muhammad MTA.









Discussion about this post