MASAKINI.CO – Dua film dokumenter karya pelajar SMK Negeri 1 Banda Aceh berhasil menyita perhatian siswa dan guru usai diputar dalam kegiatan “Pelatihan Film, Literasi Media, dan Ekspresi Budaya”, Rabu (20/5/2026). Film bertema kesehatan mental dan literasi digital itu dinilai mampu menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini.
Film berjudul Biru dan Aksara Partner diproduksi oleh siswa SMKN 1 Banda Aceh melalui program yang didukung Dana Indonesiana bersama komunitas Kolaborasi Kita Kreatif (K3).
Salah seorang penonton, Keyzi, mengaku terharu melihat karya teman-temannya mampu mengangkat isu yang selama ini sering dialami pelajar, namun jarang dibicarakan secara terbuka.
“Filmnya sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Banyak pesan yang bisa diambil, terutama soal kesehatan mental dan pentingnya literasi,” ujarnya.
Menurutnya, film tersebut juga memperlihatkan bagaimana remaja perlu memiliki lingkungan pertemanan yang sehat agar tidak terjebak dalam tekanan mental maupun pengaruh negatif lingkungan.
Hal senada disampaikan Zahira Ulfa. Ia menilai film yang diproduksi siswa SMKN 1 Banda Aceh tersebut berhasil menggambarkan realitas kehidupan pelajar saat ini, terutama terkait pengaruh media digital terhadap kebiasaan membaca dan pola pergaulan remaja.
“Kita jadi belajar pentingnya mencari circle yang baik dan lebih peduli dengan literasi,” katanya.
Sementara itu, Asyi Syifa mengaku kagum karena para pembuat film sebagian besar masih minim pengalaman dalam produksi film, namun mampu menghasilkan karya dengan pesan yang kuat.
“Walaupun masih pelajar dan baru belajar, hasilnya bagus dan pesannya sampai ke penonton,” ujarnya.
Penerima manfaat Dana Indonesiana sekaligus pengarah acara, Rizqa Wahyu Ramadhan, mengatakan apresiasi dari para penonton menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya di bidang kreatif, khususnya perfilman.
Ia berharap program tersebut dapat membuka ruang baru bagi pelajar di Banda Aceh untuk menyalurkan ide dan keresahan mereka melalui karya visual yang edukatif.
“Kami berharap ini bukan akhir, tapi menjadi awal tumbuhnya ruang kreatif bagi pelajar untuk terus berkarya dan berkolaborasi,” kata Rizqa.
Menurutnya, film dapat menjadi media yang efektif bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sosial sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja.








Discussion about this post