MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juli 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Film Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Tuai Apresiasi, Penonton Soroti Pesan Mental Health dan Literasi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
20 Mei 2026
in News
0

Siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh foto bersama usai menyaksikan pemutaran film karya siswa, Rabu (20/5/2026). | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dua film dokumenter karya pelajar SMK Negeri 1 Banda Aceh berhasil menyita perhatian siswa dan guru  usai diputar dalam kegiatan “Pelatihan Film, Literasi Media, dan Ekspresi Budaya”, Rabu (20/5/2026). Film bertema kesehatan mental dan literasi digital itu dinilai mampu menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini.

Film berjudul Biru dan Aksara Partner diproduksi oleh siswa SMKN 1 Banda Aceh melalui program yang didukung Dana Indonesiana bersama komunitas Kolaborasi Kita Kreatif (K3).

RelatedPosts

Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Lambaro, Lalu Lintas Sempat Terganggu

HUDA Aceh Dorong Penguatan Pembinaan untuk Maksimalkan Penerapan Syariat Islam di Banda Aceh

Jembatan Enang-Enang Kembali Difungsikan, Truk Dilarang Melintas

Salah seorang penonton, Keyzi, mengaku terharu melihat karya teman-temannya mampu mengangkat isu yang selama ini sering dialami pelajar, namun jarang dibicarakan secara terbuka.

“Filmnya sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Banyak pesan yang bisa diambil, terutama soal kesehatan mental dan pentingnya literasi,” ujarnya.

Menurutnya, film tersebut juga memperlihatkan bagaimana remaja perlu memiliki lingkungan pertemanan yang sehat agar tidak terjebak dalam tekanan mental maupun pengaruh negatif lingkungan.

Hal senada disampaikan Zahira Ulfa. Ia menilai film yang diproduksi siswa SMKN 1 Banda Aceh tersebut berhasil menggambarkan realitas kehidupan pelajar saat ini, terutama terkait pengaruh media digital terhadap kebiasaan membaca dan pola pergaulan remaja.

“Kita jadi belajar pentingnya mencari circle yang baik dan lebih peduli dengan literasi,” katanya.

Sementara itu, Asyi Syifa mengaku kagum karena para pembuat film sebagian besar masih minim pengalaman dalam produksi film, namun mampu menghasilkan karya dengan pesan yang kuat.

“Walaupun masih pelajar dan baru belajar, hasilnya bagus dan pesannya sampai ke penonton,” ujarnya.

Penerima manfaat Dana Indonesiana sekaligus pengarah acara, Rizqa Wahyu Ramadhan, mengatakan apresiasi dari para penonton menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya di bidang kreatif, khususnya perfilman.

Ia berharap program tersebut dapat membuka ruang baru bagi pelajar di Banda Aceh untuk menyalurkan ide dan keresahan mereka melalui karya visual yang edukatif.

“Kami berharap ini bukan akhir, tapi menjadi awal tumbuhnya ruang kreatif bagi pelajar untuk terus berkarya dan berkolaborasi,” kata Rizqa.

Menurutnya, film dapat menjadi media yang efektif bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sosial sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja.

Tags: BullyingDana IndonesianaFilm pelajarkomunitas Kolaborasi Kita Kreatif (K3)literasi digitalMental HealthSMKN 1 Banda Aceh
Previous Post

Mualem Minta BPJS Buka Blokir JKA, Kepesertaan Warga Aceh Diminta Diaktifkan Kembali

Next Post

Barcelona dan Federasi Sepak Bola Spanyol Sepakat Istirahatkan Lamine Yamal

Related Posts

Literasi Naik Kelas di Montasik, Buku di Perpustakaan Aceh Besar Disulap Jadi Konten Digital

by Riska Zulfira
21 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Perpustakaan Kecamatan Montasik, Aceh Besar, mulai menggeser wajah literasi dari sekadar aktivitas membaca menjadi produksi konten digital. Dalam...

Dari Bullying hingga Krisis Literasi, Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Suarakan Keresahan Lewat Film Dokumenter

by Riska Zulfira
20 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Isu kesehatan mental, bullying, hingga rendahnya literasi akibat distraksi digital kini mulai disuarakan pelajar melalui karya film. Sejumlah...

Lawan Kecanduan Gawai, Perpustakaan Montasik Cari Cara Agar Buku Kembali Dilirik

by Redaksi
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Ketika telepon genggam semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, buku perlahan mulai ditinggalkan. Fenomena anak yang menghabiskan waktu berjam-jam...

Next Post

Barcelona dan Federasi Sepak Bola Spanyol Sepakat Istirahatkan Lamine Yamal

Tinggalkan Manchester United, Casemiro Bakal Satu Tim Dengan Lionel Messi

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co