MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa empat kabupaten kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana akibat dampak cuaca ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan perpanjangan tersebut dilakukan berdasarkan laporan resmi dari pemerintah kabupaten/kota yang menyebutkan kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan darurat lanjutan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima dari pemerintah kabupaten, kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan darurat, sehingga status tanggap darurat diperpanjang,” ujar M. Nasir di Banda Aceh, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Aceh Tamiang memperpanjang status tanggap darurat sejak 24 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026. Perpanjangan dilakukan karena dampak banjir dan cuaca ekstrem masih mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta proses pemulihan belum berjalan normal.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat mulai 30 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan penanganan bencana berjalan menyeluruh, mulai dari evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga perbaikan infrastruktur yang rusak.
“Laporan dari Aceh Tengah menunjukkan masih terdapat kerusakan fasilitas publik serta kebutuhan masyarakat yang harus ditangani secara intensif,” kata M. Nasir.
Kabupaten Aceh Utara juga memperpanjang status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung sejak 30 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Perpanjangan ini dilakukan karena sejumlah wilayah masih terisolasi dan mengalami kerusakan infrastruktur cukup berat.
Selain itu, Kabupaten Bener Meriah menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat mulai 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.
Menurut M. Nasir, curah hujan di kawasan Takengon–Bireuen hingga Bener Meriah–Aceh Utara masih tergolong tinggi. Di sisi lain, sejumlah ruas jalan yang terdampak banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025 belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah Aceh, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, serta instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
“Pemerintah Aceh meminta seluruh pihak mendukung penuh upaya penanggulangan bencana agar pemulihan kondisi masyarakat dapat segera tercapai,” pungkasnya.










Discussion about this post