MASAKINI.CO – RSUD Langsa tengah melakukan pemulihan bertahap terhadap seluruh layanannya setelah terjadinya banjir pada akhir November 2025 yang mengganggu fasilitas dan peralatan medis di Kota Langsa serta wilayah sekitarnya. Beberapa layanan utama sudah berjalan kembali, sementara yang lain masih dalam proses perbaikan.
Direktur RSUD Langsa Donny Mulizar menyebutkan pemulihan difokuskan pada layanan yang sangat penting dan tidak bisa ditunda. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan saat kondisi pascabencana.
Layanan hemodialisis menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk segera dipulihkan. Unit ini sempat berhenti beroperasi karena mesinnya tergenang air banjir, membuat pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Idi, Lhokseumawe, bahkan hingga Sumatera Utara. Setelah membersihkan ruangan dan mengganti peralatan yang rusak, layanan ini resmi berjalan normal mulai tanggal 19 Desember 2025.
Kepala Instalasi Hemodialisis Junaidi menjelaskan bahwa layanan ini harus berlangsung secara teratur karena sangat krusial bagi pasien. Proses pemulihan unit hemodialisis dipercepat agar pasien tidak perlu lagi mencari pelayanan di luar daerah dan bisa menjalani terapi dengan aman.
Pemulihan layanan dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satu pasien berusia 54 tahun bernama Safriyadi, yang sempat harus menunda terapi karena layanan terhenti, “kini sudah kembali menjalani hemodialisis secara rutin sejak unit dibuka kembali,” mengutip siaran resmi, Kamis (1/1/2025).
Namun, tidak semua layanan telah pulih sepenuhnya. Layanan radiologi masih belum optimal karena peralatan seperti CT scan, MRI, dan mamografi mengalami kerusakan dan sedang dalam perbaikan. RSUD Langsa juga menyatakan tidak ada peningkatan kasus penyakit akibat bencana, dengan kasus yang ditangani masih didominasi penyakit kronis.
Selain itu, rumah sakit terus memberikan edukasi hidup bersih dan sehat kepada masyarakat serta mengharapkan dukungan pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana serta meningkatkan sumber daya manusia.










Discussion about this post