MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Perempuan dan Anak Hadapi Risiko Berlapis Pascabencana

Redaksi by Redaksi
12 Januari 2026
in News
0

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana | Foto: Posko Bencana

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada perempuan dan anak pascabencana banjir dan longsor, menyusul risiko berlapis yang dihadapi kelompok rentan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana, mengatakan bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memperparah kerentanan perempuan dan anak. Pascabencana, mereka dihadapkan pada berbagai persoalan serius, mulai dari trauma psikologis, keterbatasan akses layanan dasar, hingga meningkatnya potensi kekerasan dan penelantaran.

RelatedPosts

10 Cara Mengurangi Scrolling Media Sosial Secara Berlebihan

Pasar 1001 Malam di Banda Aceh Ditutup, UMKM Raup Omzet Rp90 Juta

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar di Wajah dan Dada

“Perempuan dan anak berada pada posisi yang sangat rentan pascabencana. Risiko yang mereka hadapi tidak tunggal, tetapi berlapis dan saling berkaitan,” kata Meutia Juliana, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi kehilangan tempat tinggal, rasa aman, dan kepastian hidup kerap membuat perempuan dan anak mengalami tekanan psikologis berkepanjangan. Situasi tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, keselamatan, serta pemenuhan hak-hak dasar mereka jika tidak segera ditangani.

Untuk merespons hal itu, DP3A Aceh melakukan berbagai langkah pendampingan, di antaranya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, UPTD PPA, serta jejaring layanan perlindungan agar layanan bagi perempuan dan anak tetap berjalan di tengah kondisi darurat.

Selain itu, DP3A Aceh memberikan pendampingan dan dukungan psikososial bersama instansi terkait dan lembaga masyarakat sipil guna membantu perempuan dan anak pulih dari trauma akibat bencana. Akses layanan rujukan pendampingan dan psikologis juga terus diperkuat, khususnya di wilayah terdampak.

DP3A Aceh turut memastikan fasilitas hunian sementara menyediakan ruang ramah perempuan dan anak melalui pembentukan Pos Sapa atau Sahabat Perempuan dan Anak, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung proses pemulihan.

Meutia menegaskan, perlindungan terhadap perempuan dan anak pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat untuk peduli dan segera melaporkan apabila terdapat perempuan dan anak terdampak bencana yang membutuhkan bantuan dan perlindungan.

“Perempuan dan anak harus menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Mereka tidak boleh dibiarkan menghadapi risiko ini sendirian,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana dilakukan secara menyeluruh, termasuk aspek psikologis masyarakat terdampak. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pemulihan Aceh pascabencana tidak hanya soal membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan kehidupan dan rasa aman masyarakat, terutama perempuan dan anak,” kata Murthalamuddin.

Tags: Banjir dan Longsor AcehDP3A AcehPascabencana AcehPendampingan psikososialPerlindungan Perempuan dan Anak
Previous Post

Harga Emas di Banda Aceh Pecah Rekor, Tembus Rp8 Juta per Mayam

Next Post

Liverpool Menang 4-1 atas Barnsley, Melaju ke Babak Keempat Piala FA

Related Posts

Akses Terputus, Warga Gayo Setie Bangkit di Tengah Keterbatasan Pascabencana

by Redaksi
28 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten di Aceh meninggalkan jejak panjang kerusakan infrastruktur dan tekanan kemanusiaan. Di Desa...

Wagub Aceh Minta Percepatan Nasional Pembangunan Huntap dan Sinkronisasi Data Pascabencana

Wagub Aceh Minta Percepatan Nasional Pembangunan Huntap dan Sinkronisasi Data Pascabencana

by Redaksi
24 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta pemerintah pusat menetapkan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai prioritas nasional dalam penanganan...

Kegiatan Padat Karya Tunai di Aceh Libatkan 20an Ribu Warga

by Ulfah
10 Februari 2026
0

MASAKINI.CO -  Kegiatan Padat Karya Tunai melibatkan sekitar 20-an ribu warga sekitar lokasi pembersihan dan pemulihan daerah terdampak banjir dan...

Next Post

Liverpool Menang 4-1 atas Barnsley, Melaju ke Babak Keempat Piala FA

Pembangunan Sekolah Rakyat di Suka Makmue Dimulai

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co