MASAKINI.CO – Kenaikan harga emas yang terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada besaran mahar pernikahan di Banda Aceh. Meski emas masih menjadi pilihan utama, jumlah yang dibeli calon pengantin kini cenderung menurun.
Pantauan di sejumlah toko emas menunjukkan masyarakat tetap membeli emas untuk mahar, namun dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap harga emas yang semakin tinggi.
Penjual emas di Toko Kencana, Banda Aceh, Hendri, mengatakan saat ini pembelian emas untuk mahar pernikahan rata-rata berada di kisaran 10 hingga 15 mayam. “Akhir-akhir ini yang beli mahar di toko kita sekitar 10, 12 sampai 15 mayam,” ujar Hendri, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut menurun dibandingkan periode sebelum lonjakan harga emas. Pada tahun-tahun sebelumnya, calon pengantin umumnya membeli emas dengan jumlah lebih besar.
“Kalau dulu biasanya mulai dari 16, 18 sampai 20 mayam untuk mahar pernikahan,” katanya.
Hendri menjelaskan, tingginya harga emas membuat calon pengantin lebih berhati-hati dalam menentukan besaran mahar, menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing.
Meski demikian, tradisi menjadikan emas sebagai mahar masih tetap dipertahankan oleh masyarakat. Emas dinilai memiliki nilai simbolik sekaligus nilai ekonomi jangka panjang, sehingga tetap dipilih meskipun jumlahnya berkurang.
Aktivitas jual beli emas di toko-toko juga masih terpantau ramai. Selain untuk mahar, masyarakat tetap membeli emas sebagai bentuk investasi di tengah tren kenaikan harga yang belum menunjukkan penurunan.









Discussion about this post