MASAKINI.CO – Usaha produk kreatif memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan dan pencatatan keuangan masih menjadi kendala utama, khususnya bagi pelaku usaha pemula dan kelompok usia dini.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pencatatan keuangan sederhana melalui metode pelatihan dan simulasi. Kegiatan dilaksanakan di Griya Yatim & Dhuafa BSD 3 dengan sasaran anak-anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, dan praktik terbimbing pencatatan keuangan.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep pemasukan, pengeluaran, dan pentingnya pencatatan keuangan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, serta sikap tanggung jawab peserta dalam mengelola keuangan sederhana. Dengan demikian, pelatihan simulasi pencatatan keuangan efektif sebagai sarana peningkatan literasi keuangan sejak dini.
Usaha produk kreatif merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat, khususnya dalam menciptakan peluang usaha dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Usaha ini mengandalkan kreativitas dan inovasi sebagai daya saing utama. Namun demikian, masih banyak pelaku usaha produk kreatif yang mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan, terutama dalam melakukan pencatatan keuangan secara tertib dan sistematis.
Berdasarkan hasil pengamatan kami, pencatatan keuangan sering dianggap sebagai hal yang rumit dan kurang penting. Akibatnya, pelaku usaha tidak dapat mengetahui kondisi keuangan secara pasti, sulit menghitung laba rugi, serta mengalami kendala dalam pengambilan keputusan usaha. Permasalahan ini juga terlihat pada kelompok usia dini yang belum dibekali pemahaman literasi keuangan sejak awal.
Oleh karena itu, kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan simulasi pencatatan keuangan di Griya Yatim & Dhuafa BSD 3. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan secara sederhana melalui pendekatan edukatif dan praktis yang mudah dipahami oleh peserta.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Minggu, 9 November 2025 di Griya Yatim & Dhuafa BSD 3, Tangerang Selatan. Sasaran kegiatan adalah anak-anak usia5–12 tahun dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan mengenai pengelolaan dan pencatatan keuangan sederhana, diskusi interaktif untuk menggali pemahaman peserta, serta praktik terbimbing melalui simulasi pencatatan keuangan sederhana menggunakan lembar kerja yang disediakan. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan partisipasi yang tinggi. Peserta mulai memahami konsep dasar keuangan, seperti perbedaan antara pemasukan dan pengeluaran, serta mampu mencatat transaksi sederhana secara mandiri dengan pendampingan tim.

Dari aspek pendidikan, kegiatan ini meningkatkan minat belajar dan kepercayaan diri peserta. Dari aspek ekonomi, peserta mulai memahami pentingnya mengelola uang secara bijak. Dari aspek sosial, kegiatan ini mendorong interaksi positif dan kerja sama antar peserta. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini.
Kegiatan pelatihan simulasi pencatatan keuangan di Griya Yatim & Dhuafa BSD 3 berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan sikap yang lebih bijak dalam mengelola keuangan. Metode simulasi terbukti efektif dan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program literasi keuangan berkelanjutan bagi anak-anak di lingkungan panti.
Penulis: Nadhira Safira Alfiana, dkk. Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Pamulang










Discussion about this post