MASAKINI.CO– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh pada 2025 tercatat sebesar 5,60 persen. Angka tersebut menunjukkan sekitar enam dari setiap 100 orang angkatan kerja di Aceh masih belum memperoleh pekerjaan.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, dalam laporan ketenagakerjaan Aceh tahun 2025.
Agus menjelaskan, angka pengangguran pada November 2025 mengalami penurunan sebesar 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Meski demikian, komposisi pengangguran di Aceh masih didominasi oleh lulusan pendidikan tinggi.
“Distribusi pengangguran berdasarkan pendidikan menunjukkan lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 8,68 persen,” ujar Agus.
Selain lulusan perguruan tinggi, pengangguran juga cukup tinggi terjadi pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 8,66 persen dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,92 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terendah tercatat pada tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 3,15 persen dan tamatan Sekolah Dasar ke bawah sebesar 2,59 persen.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tingkat pengangguran perempuan mencapai 8,33 persen, sedangkan laki-laki sebesar 4,02 persen.
Jika dilihat dari wilayah tempat tinggal, pengangguran di daerah perkotaan juga lebih tinggi dibandingkan pedesaan. TPT di wilayah perkotaan mencapai 8,12 persen, sedangkan di pedesaan sebesar 3,85 persen.
Agus menuturkan, TPT merupakan indikator penting untuk melihat tenaga kerja yang belum terserap di pasar kerja, termasuk mereka yang sedang mencari pekerjaan maupun mempersiapkan usaha baru.
BPS mencatat, dinamika pengangguran di Aceh masih dipengaruhi oleh kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar serta ketersediaan lapangan pekerjaan di berbagai sektor ekonomi.










Discussion about this post