MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Maret 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ini Strategi Buka Puasa Agar Tidak Lemas Saat Tarawih

Ulfah by Ulfah
23 Februari 2026
in News
0
Ini Strategi Buka Puasa Agar Tidak Lemas Saat Tarawih

Ilustrasi. | Foto : Istockphoto/YelenaYemchuk

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Setelah belasan jam berpuasa menahan lapar dan dahaga, alih-alih bertenaga setelah berbuka, sebagian orang justru merasakan sebaliknya. Ada yang merasa begah, mengantuk, hingga lemas seperti tidak bertenaga saat melaksanakan salat tarawih.

Kondisi tubuh seperti ini bukanlah rasa lelah biasa, tetapi dipicu sugar rush atau mengkonsumsi gula dalam jumlah banyak sehingga berubah menjadi sugar crush yaitu gula darah mendadak naik. Hal ini terjadi dipengaruhi oleh pola makan saat berbuka.

RelatedPosts

Ustadz Adi Hidayat: Bangun Setiap Malam Ramadan untuk Menggapai Lailatul Qadr

BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Lakukan Kerja Sama dengan RS Putri Bidadari

Pentingnya Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

Lalu apa yang harus dilakukan agar tubuh tetap prima dan khusuk saat melaksanakan tarawih?

Dikutip dari NU Online, Clean eating adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi bahan pangan sedekat mungkin dengan bentuk aslinya di alam (whole foods) dan meminimalkan proses pengolahan pabrikan yang berlebihan.

Fokus utama clean eating adalah menghindari penggunaan bahan tambahan pangan sintetis berupa pengawet, pemanis buatan, pewarna kimia, dan penyedap rasa yang berlebihan, demi menjaga kemurnian nutrisi yang masuk ke dalam sel tubuh.

Sementara konsep Piring Pelangi adalah strategi nutrisi yang menekankan keberagaman hayati (biodiversitas) di atas piring dengan menghadirkan berbagai jenis warna alami dari sayuran dan buah-buahan dalam satu kali makan.

Di antaranya merah, kuning, hijau, ungu, hingga putih. Intinya, keragaman warna ini adalah cara alami untuk memastikan tubuh mendapatkan perlindungan nutrisi yang lengkap.

Menerapkan clean eating sama saja dengan meminimalkan proses pengolahan makanan dengan menggoreng berulang kali atau menambahkan pemanis buatan.

Clean eating kembali pada kesegaran bahan asli. Praktik ini sangat selaras dengan prinsip halalan thayyiban.

Mengapa piring berbuka harus berwarna-warni menyerupai pelangi? Secara saintifik, warna pada tumbuhan adalah indikator adanya fitonutrien atau senyawa alami yang bekerja sebagai pelindung tubuh.

Berdasarkan riset internasional, keberagaman warna ini memiliki dampak langsung pada metabolisme orang yang berpuasa.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nutrients (2024), mengonsumsi berbagai jenis polifenol (zat warna alami pada sayur dan buah) secara bersamaan dapat menghambat aktivitas enzim pencerna gula di usus.

Riset dalam jurnal Frontiers in Nutrition (2025) mengungkapkan bahwa pola makan yang beragam (dietary diversity) selama bulan puasa sangat penting bagi ekosistem bakteri baik di usus. Usus yang sehat berarti penyerapan nutrisi maksimal dan sistem

Pertama, zona hijau dan putih (50 persen piring). Caranya, isi setengah piring dengan sayuran hijau seperti bayam, daun kelor, atau lalapan segar.

Sayuran hijau tersebut mengandung serat yang melimpah dan berfungsi sebagai bantalan lambung agar gula dari makanan lain tidak langsung menyerbu aliran darah.

Setelah itu, tambahkan bawang putih atau bawang bombay (zona putih) yang berfungsi sebagai antibiotik alami.

Kedua, zona merah, kuning, dan oranye (25 persen piring). Sajikan buah-buahan seperti semangka, pepaya, atau wortel. Warna-warna ini memiliki kandungan kaya akan beta-karoten dan likopen yang sangat penting untuk rehidrasi sel tubuh seketika dan melindungi kulit dari kekusaman akibat dehidrasi selama puasa.

Ketiga, zona ungu dan cokelat (25 persen piring). Pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti ubi jalar, nasi merah, atau singkong rebus.

Tags: Bulan PuasaMenu buka puasaRamadan 1447 Hsuai ramadan
Previous Post

Harga Emas Hari Ini, Antam Menguat

Next Post

Informasi Pemutihan Data Pinjaman Online, OJK: Itu Hoaks

Related Posts

Ustadz Adi Hidayat: Bangun Setiap Malam Ramadan untuk Menggapai Lailatul Qadr

by Aininadhirah
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada malam hari selama bulan Ramadan guna meraih keutamaan malam Lailatul Qadr,...

Pentingnya Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

by Aininadhirah
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Menjaga silaturrahmi menjadi salah satu amalan penting yang perlu diperhatikan umat Muslim, terutama di bulan suci Ramadan. Selain...

Aceh Besar Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Beras 2,8 Kg Per Jiwa

Aceh Besar Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Beras 2,8 Kg Per Jiwa

by Ulfah
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menetapkan besaran zakat fitrah yang harus ditunaikan umat Islam pada Ramadan 1447...

Next Post

Informasi Pemutihan Data Pinjaman Online, OJK: Itu Hoaks

BBPOM Uji 30 Sampel Takjil di Lambaro, Hasilnya Aman dari Zat Berbahaya

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co