MASAKINI.CO – Yayasan Baitul A’la Lil Mujahidin yang telah berdiri selama 46 tahun di Pidie ini terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan berbasis dayah di Aceh. Yayasan ini didirikan oleh tokoh ulama besar Aceh, Daud Beureueh, yang dikenal luas atas perannya dalam dakwah dan pendidikan Islam.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam rapat perdana bersama kepala sekolah di lingkungan Dayah Abu Chik Beureu-eh, Sabtu (4/4/2026). Rapat ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, serta unsur pimpinan lainnya seperti Pak Armia A. Thalib, Tgk Bakhtiar, sekretaris, dan bendahara yayasan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis untuk pengembangan dayah, mulai dari penguatan nilai-nilai keteladanan Abu Chik Beureu-eh, peningkatan motivasi tenaga pendidik, hingga pembangunan kekompakan antar seluruh elemen dayah.
Selain itu, yayasan juga menaruh perhatian pada pembenahan sarana dan prasarana serta upaya menciptakan kemandirian ekonomi guna mendukung program pendidikan gratis bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa.
Ketua Yayasan Baitul A’la Lil Mujahidin, Hasanuddin Yusuf, menyampaikan bahwa rapat perdana ini menjadi langkah awal dalam menyatukan arah dan kerja bersama seluruh unsur dayah.
“Rapat ini menjadi momentum untuk menyatukan visi seluruh kepala sekolah dan pengurus yayasan agar ke depan kita bisa bergerak lebih terarah dalam memajukan pendidikan di dayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil rapat akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja nyata.
“Kita sepakat untuk memperkuat kekompakan, membenahi sarana yang ada, serta mulai mencari sumber-sumber pendanaan yang bisa mendukung program pendidikan gratis bagi santri yatim, piatu, dan dhuafa,” tambahnya.
Dengan pengalaman panjang serta landasan nilai dari ulama besar pendirinya, yayasan ini diharapkan terus menjadi pusat pendidikan yang berkontribusi bagi masyarakat, khususnya dalam mencetak generasi islami yang berdaya saing.







Discussion about this post