MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Pemerintah Soroti Kekerasan dan Tekanan Mental di Sekolah, Sistem Guru Wali Mulai Didorong

Riska Zulfira by Riska Zulfira
9 Mei 2026
in Nasional
0

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq bersama Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar dan Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam kegiatan Dialog Nasional Hari Pendidikan Nasional | Foto: Humas Mendikdasmen

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah menegaskan sekolah tidak boleh lagi hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga harus menjadi tempat yang aman dari kekerasan, perundungan, hingga tekanan mental terhadap murid.

Penegasan itu disampaikan Fajar Riza Ul Haq dalam Dialog Nasional Hari Pendidikan Nasional bertema “Sinergi Perlindungan Anak di Dunia Pendidikan: Gerakan Satuan Pendidikan Ramah Anak, Aman, dan Nyaman” yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

RelatedPosts

Program KIOTEC Percepat Transfer Teknologi, SDM Kelautan Indonesia Belajar Langsung ke Korea

Guru Non ASN Dibatasi Mengajar Mulai 2027

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Selama Enam Bulan

Menurut Fajar, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari kasus perundungan hingga dampak negatif ruang digital terhadap kondisi psikologis anak.

Karena itu, pemerintah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang menekankan perlindungan murid secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

“Sekolah merupakan tempat membangun masa depan anak bangsa. Rasa aman bukan hanya soal fisik, tetapi juga kenyamanan mental murid,” ujar Fajar.

Ia menegaskan negara harus hadir secara utuh untuk memastikan seluruh anak mendapatkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Dalam forum tersebut, pemerintah juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam melindungi anak di lingkungan pendidikan. Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan KemenPPPA disebut memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan kepentingan terbaik bagi murid.

Kementerian Agama, Nasaruddin Umar mengatakan pendekatan perlindungan anak juga diperkuat melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan rasa persaudaraan kepada murid.

“Kalau rasa cinta kepada sesama sudah tertanam, maka anak tidak akan mudah melakukan kekerasan,” katanya.

Sementara itu, Arifah Fauzi menilai regulasi tidak akan efektif tanpa keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat.

Untuk memperkuat pencegahan kekerasan di sekolah, pemerintah juga mulai mendorong sistem “Guru Wali”. Melalui sistem tersebut, setiap guru akan mendampingi sejumlah murid secara khusus agar perubahan perilaku dan potensi masalah dapat lebih cepat terdeteksi.

Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI, Gogot Suharwoto, menyebut langkah itu dilakukan agar tidak ada murid yang luput dari pengawasan, terutama pada jam-jam rawan di lingkungan sekolah.

“Dengan sistem guru wali, setiap murid memiliki pendamping personal sehingga potensi masalah bisa diketahui lebih awal,” ujarnya.

Tags: guru waliKemenPPPApendidikan IndonesiaPerlindungan Anakperundungansekolah amanWamendikdasmen
Previous Post

MaTA Sebut Film “Pesta Babi” Jadi Pengingat Ancaman Kerusakan Lingkungan di Aceh

Next Post

Harga Emas di Banda Aceh Bertahan Rp7,96 Juta per Mayam

Related Posts

DPRK Banda Aceh Menyarankan Agar Daycare Diaudit Dan Bentuk Regulasi Khusus

by Redaksi
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Komisi IV DPRK Banda Aceh menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait tindak lanjut kekerasan terhadap anak dan daycare tanpa izin....

Sambut Ramadan 1447 H, Forkopimda Banda Aceh Terbitkan Seruan Bersama

Banda Aceh Targetkan Predikat Utama Kota Layak Anak, Illiza Tekankan Peran OPD

by Redaksi
19 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang benar-benar ramah anak. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin...

Pascalebaran, Masyarakat Diingatkan Waspada Tawaran Kerja Bodong

Pascalebaran, Masyarakat Diingatkan Waspada Tawaran Kerja Bodong

by Ulfah
27 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan pascaarus mudik, karena berpotensi menjadi modus Tindak Pidana...

Next Post

Harga Emas di Banda Aceh Bertahan Rp7,96 Juta per Mayam

Tes CAT Koperasi Desa Merah Putih di The Pade Banda Aceh Diikuti 2.000 Peserta per Hari

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co