MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang benar-benar ramah anak.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menargetkan peningkatan predikat Kota Layak Anak dari kategori Nindya menjadi predikat utama dengan capaian nilai maksimal 1.000.
Menurut Illiza, KLA bukan sekadar mengejar predikat administratif, melainkan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak anak secara menyeluruh.
“KLA bukan sekadar predikat, tetapi memastikan setiap anak tumbuh optimal, terlindungi dari kekerasan, dan mendapatkan haknya,” ujarnya.
Ia menegaskan, selain mengejar target nilai, pemerintah juga harus memastikan kualitas capaian tersebut tetap terjaga dan terus meningkat.
Untuk itu, Illiza meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memahami secara detail peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung program Kota Layak Anak.
“Dari 24 indikator, setiap OPD harus tahu indikator mana yang menjadi tanggung jawabnya,” tegasnya saat memaparkan evaluasi capaian KLA.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan rencana aksi yang lebih terukur dan terarah agar program yang dijalankan benar-benar berdampak.
Selain itu, koordinasi dan kolaborasi antar-OPD serta seluruh gugus tugas KLA dinilai menjadi kunci dalam mencapai target tersebut.
Illiza berharap keterlibatan semua pihak dapat diperkuat secara nyata, sehingga program Kota Layak Anak tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak di Banda Aceh.
Dengan langkah ini, Pemko Banda Aceh optimistis mampu meningkatkan kualitas perlindungan anak sekaligus meraih predikat utama Kota Layak Anak pada tahun 2026.









Discussion about this post