MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh melibatkan dai dan daiyah perkotaan dalam proses pembinaan terhadap pelaku kasus liwath yang tidak memenuhi unsur untuk diproses secara hukum.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pendekatan persuasif dan keagamaan guna memberikan pemahaman syariat Islam secara lebih mendalam kepada pelaku.
Kepala Bidang Penegakan Satpol PP-WH Banda Aceh, Roslina A Djalil, mengatakan pembinaan dilakukan secara intensif dengan melibatkan petugas pembinaan serta dai dan daiyah dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh.
“Pelaku liwath yang tidak memenuhi untuk diproses hukum diberikan pembinaan intensif oleh petugas pembinaan dan juga oleh Dai/Daiyah Perkotaan dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh,” ujar Roslina, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, keterlibatan dai dan daiyah menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penegakan aturan, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual.
Melalui pendampingan tersebut, para pelaku diberikan edukasi keagamaan dan penguatan pemahaman nilai-nilai syariat Islam agar tidak kembali melakukan pelanggaran serupa.
Selain pembinaan individu, Satpol PP-WH Banda Aceh juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintahan gampong dan tokoh masyarakat, untuk meningkatkan pengawasan sosial di lingkungan masyarakat.
“Kami akan terus membangun kerja sama dengan semua pihak terutama berkolaborasi dengan pemerintahan gampong,” katanya.
Roslina menilai keterlibatan aparatur gampong, tokoh masyarakat, hingga dai dan daiyah menjadi langkah penting dalam membangun pendekatan yang lebih humanis dan preventif dalam penegakan syariat Islam di Banda Aceh.
Dengan pendekatan tersebut, Satpol PP-WH berharap pembinaan yang dilakukan tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai syariat Islam.








Discussion about this post