MASAKINI.CO – Suasana emosional menyelimuti Anfield saat Mohamed Salah menutup babak kariernya bersama Liverpool. Laga penentuan melawan Brentford berakhir imbang 1-1, hasil yang memastikan tim lolos ke Liga Champions musim depan.
Pemain asal Mesir itu nyaris mencetak gol perpisahan, namun ia mencatatkan satu umpan kunci yang diselesaikan Curtis Jones. Hasil ini mengunci tiket Eropa, meski hasil imbang Bournemouth lebih dulu mengamankan posisi mereka.
“Saya rasa saya menangis lebih banyak dibandingkan seumur hidup saya. Saya bukan orang yang mudah terbawa perasaan. Kami melewati masa muda di sini, berbagi segalanya dari awal hingga akhir,” ujar Salah kepada Sky Sports.
“Saya merenung, apakah saya menginginkan lebih dari apa yang sudah diraih? Rasanya tidak. Kami sudah menjuarai segalanya. Kasih sayang pendukung adalah hal terpenting bagi saya,” tambahnya.
Ia berjanji akan tetap merasakan keharuan setiap kali mengingat momen ini. “Saya akan berada jauh dari sini, pasti terenyuh setiap saat. Saya berharap tim tetap bertahan di puncak dan berjuang habis-habisan,” katanya.
Setelah sembilan tahun berprestasi, Salah sulit menahan tangis saat menyapa pendukung setia didampingi putri-putrinya. Ia meninggalkan jejak gemilang berupa trofi Liga Champions, dua gelar Liga Inggris, dan empat Sepatu Emas.
Penutupan musim ini terasa berat bagi Salah. Hubungannya dengan pelatih Arne Slot memburuk tajam, berbeda saat ia sepenuhnya dipercaya dan menjadi andalan di bawah asuhan Jurgen Klopp sebelumnya.
Pada Desember lalu, ia bahkan dicadangkan dan dicoret dari skuad. Ia merasa disalahkan atas hasil buruk tim dan menyatakan hubungan dengan Slot sudah tak bisa diperbaiki lagi.
Meski kembali bermain usai Piala Afrika, ia memutuskan berpisah setahun sebelum masa kontrak habis. Sebelumnya, ia sempat berharap Liverpool kembali ke gaya permainan khas era Klopp yang agresif.
Menjelang kepergiannya, ia kembali menyampaikan rasa cinta mendalam pada klub dan warga kota. “Klub ini segalanya bagi saya. Pendukung, kota, semuanya sangat berarti. Saya akan selalu mencintai dan mendukung tim ini,” ucapnya lewat video resmi klub.
“Rasanya istimewa dan penuh berkah. Tak banyak yang bisa bermain sembilan tahun di sini, tampil baik, dan merasakan perjalanan seperti yang saya alami. Ini anugerah besar yang tak akan saya lupakan,” tegasnya, mengutip thenationalnews, Senin (25/5/2026).
Momen ini menandai akhir sebuah era besar di Anfield. Andy Robertson juga mendapat penghormatan khusus di menit ke-83 sebelum meninggalkan tim setelah masa bakti yang sama suksesnya.
Masa depan Alisson Becker, Joe Gomez, maupun Curtis Jones masih belum jelas nasibnya. Satu per satu, para pilar utama skuad keemasan era Klopp perlahan mulai melangkah pergi dari kandang kebanggaan Liverpool.
Kata kunci:






Discussion about this post