MASAKINI.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat terus meluas. Hingga kini, total lahan yang terbakar mencapai sekitar 23,6 hektare dan sebagian titik api masih belum berhasil dipadamkan.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA, Haslinda, mengatakan kebakaran terjadi di empat kecamatan, yakni Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo. Peristiwa tersebut berlangsung sejak 30 Mei hingga 2 Juni 2026.
“Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 23,6 hektare. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan karena masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan,” kata Haslinda, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, kawasan terluas yang terdampak berada di Kecamatan Bubon dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 20 hektare yang tersebar di Gampong Berawang dan Kuta Padang Layung. Sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo masing-masing tercatat seluas 1 hektare, 1 hektare, dan 1,6 hektare.
Petugas telah berhasil mengendalikan seluruh area terbakar di Kecamatan Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek. Sementara di Kecamatan Meureubo, pemadaman telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, kebakaran di Kecamatan Bubon masih menjadi fokus utama karena baru sekitar 40 persen area yang berhasil ditangani.
Selain menyebabkan kerusakan lahan, asap pekat dari kebakaran juga mulai mengganggu kesehatan warga di sekitar lokasi. Sejumlah masyarakat dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap yang terus menyelimuti kawasan terdampak.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.
Haslinda menjelaskan upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Angin kencang, asap tebal yang mengurangi jarak pandang, serta akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat menjadi hambatan utama bagi petugas.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Aceh Barat mengerahkan dua unit mobil double cabin, satu unit Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air milik BPBD, serta satu unit mesin pompa milik masyarakat setempat.
Proses pemadaman juga melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, Damkar, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat.
“Hingga laporan terakhir, api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya dan petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi,” ujar Haslinda.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih besar.









Discussion about this post