MASAKINI.CO – Ratusan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat turun langsung membersihkan sampah serta menanam pohon di kawasan Pantai Pelangi, Kota Sigli, Jumat (5/6/2026), dalam aksi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan HUT ke-20 Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Jabal Everest (JE) Universitas Jabal Ghafur (Unigha).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pidie itu menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai ancaman kerusakan alam yang terus terjadi.
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, para peserta yang terlibat dalam aksi tersebut harus menjadi pelopor dalam mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam kepada masyarakat luas.
“Kalian semua pelopor kampanye bersih lingkungan dan menjaga alam Pidie. Mungkin kita tidak bisa menghentikan kerusakan alam, namun kita bisa memperlambat kerusakannya dengan memperbanyak kegiatan, sosialisasi, dan aksi menjaga lingkungan,” ujar Alzaizi.
Aksi bersih pantai dan penanaman pohon tersebut melibatkan lebih dari seratus peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum.
Ketua Umum Mapala JE Unigha Sigli, Raffi Khairan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan dua dekade berdirinya organisasi pencinta alam tersebut sekaligus momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi wujud komitmen mahasiswa untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Selain memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian kami terhadap pelestarian alam dan lingkungan,” katanya.
Tidak hanya menggelar aksi lapangan, Mapala JE juga menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan berupa Seminar Lingkungan Hidup yang akan dilaksanakan pada 8 Juni 2026 di kampus Unigha Sigli, serta eksplorasi kawasan karst Pidie yang dikenal sebagai salah satu kawasan cadangan air penting.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pidie, Fauna & Flora International, Forum Jurnalis Lingkungan Aceh, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.
Melalui aksi tersebut, peserta tidak hanya membersihkan kawasan pesisir dari sampah, tetapi juga mengirim pesan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama agar kerusakan alam dapat ditekan dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang.









Discussion about this post