MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry Banda Aceh mencatat capaian membanggakan pada Seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026. Kampus tersebut menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah peminat terbanyak di Sumatera dan masuk enam besar nasional.
Berdasarkan data UM-PTKIN 2026, sebanyak 3.604 peserta dari berbagai daerah di Indonesia memilih program studi di UIN Ar-Raniry. Jumlah itu menempatkan kampus tersebut di peringkat pertama PTKIN paling diminati di Sumatera dan peringkat keenam secara nasional.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, mengatakan tingginya jumlah peminat menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dan layanan akademik yang diberikan kampus.
“Kepercayaan masyarakat terhadap UIN Ar-Raniry terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan dan layanan akademik yang kami berikan semakin mendapat pengakuan,” ujar Mujiburrahman saat meninjau pelaksanaan UM-PTKIN, Senin (8/6/2026).
Pada jalur UM-PTKIN tahun ini, UIN Ar-Raniry menyediakan kuota sebanyak 1.366 mahasiswa baru yang tersebar pada 31 program studi. Sementara secara keseluruhan, kampus tersebut membuka daya tampung 5.265 mahasiswa melalui berbagai jalur penerimaan.
Tingginya minat calon mahasiswa juga terlihat dari jumlah peminat program studi yang mencapai 9.833 pilihan prodi. Program Studi Ekonomi Syariah menjadi yang paling diminati dengan 1.076 peminat, disusul Manajemen Bisnis Syariah sebanyak 827 peminat, Perbankan Syariah 797 peminat, Manajemen Haji dan Umrah 755 peminat, serta Bimbingan dan Konseling Islam dengan 680 peminat.
Sementara itu, pelaksanaan UM-PTKIN 2026 di Panitia Lokal UIN Ar-Raniry diikuti 2.640 peserta. Seleksi berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 13 Juni 2026.
Ujian dipusatkan di lingkungan kampus dengan memanfaatkan 10 laboratorium komputer yang tersebar di tujuh lokasi. Setiap hari, seleksi dilaksanakan dalam tiga sesi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry yang juga Ketua Panitia Lokal UM-PTKIN 2026, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA, memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan panitia nasional.
Ia menyebutkan panitia juga memberikan layanan khusus bagi peserta penyandang disabilitas. Tahun ini terdapat satu peserta tuna rungu yang mengikuti seleksi dengan pendampingan khusus selama ujian berlangsung.
Di sisi lain, Ketua Admisi UIN Ar-Raniry, Muammar Yulian, mengingatkan peserta yang berhalangan hadir karena alasan tertentu seperti sakit, kecelakaan, atau kendala transportasi agar segera melapor melalui layanan SAPA UM-PTKIN.
Menurutnya, laporan harus disampaikan paling lambat 1×12 jam setelah jadwal ujian dengan melampirkan bukti pendukung untuk diverifikasi panitia pusat.
Muammar juga mengingatkan peserta yang belum berhasil melalui jalur UM-PTKIN masih memiliki kesempatan melanjutkan proses seleksi melalui jalur lain yang dibuka UIN Ar-Raniry, termasuk Jalur Reguler Portofolio UM-PTKIN dan Jalur Reguler Tes SSE.
Hasil seleksi UM-PTKIN 2026 dijadwalkan diumumkan secara serentak pada 30 Juni mendatang.










Discussion about this post