MASAKINI.CO – Korban ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 telah menjalani operasi darurat (cito) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Saat ini 13 korban sudah selesai, sementara dua korban lainnya masih menunggu tindakan operasi akibat luka bakar yang diderita.
Kasubbag Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan seluruh korban masih dalam penanganan intensif tim medis pascaoperasi dan terus dipantau perkembangan kondisinya.
“Dari 15 korban yang dirawat, 13 orang sudah menjalani operasi cito dan dua orang masih dalam antrean operasi. Saat ini seluruh pasien masih dalam pengawasan dokter,” kata Rahmadi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, operasi darurat dilakukan untuk menangani luka bakar yang dialami korban akibat insiden ledakan yang terjadi saat KMP Aceh Hebat 2 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue.
Dua korban yang masih menunggu operasi yakni Saufi Rahmadhan asal Pidie dan Raihan asal Medan. Keduanya dijadwalkan menjalani operasi setelah mendapat evaluasi lanjutan dari tim dokter.
Sementara itu, korban yang telah menjalani operasi kini dirawat di sejumlah ruang perawatan intensif. Beberapa pasien ditempatkan di ICU, HCU Surgical, dan Ruang Raudhah 7 sesuai tingkat keparahan luka yang dialami.
Rahmadi menjelaskan, selain menjalani operasi, empat korban saat ini masih berada dalam kondisi berat dan menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan.
“Ada empat pasien yang menggunakan ventilator karena kondisinya lebih berat. Mereka masih terus dievaluasi oleh dokter untuk melihat perkembangan pascaoperasi dan menentukan apakah diperlukan tindakan lanjutan,” ujarnya.
Sebagian besar korban merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang sedang melaksanakan praktik di atas kapal saat kejadian. Selain itu, terdapat satu anak buah kapal yang juga mengalami luka bakar.
RSUDZA memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Tim dokter masih terus memantau kondisi pasien dalam beberapa jam ke depan untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.










Discussion about this post