MASAKINI.CO – Harga telur ayam di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh, mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Setelah sempat menembus Rp55 ribu per papan, kini harga telur turun menjadi sekitar Rp48 ribu per papan.
Penurunan harga ini disambut positif oleh pedagang maupun konsumen karena telur merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
Salah seorang pedagang di Pasar Al Mahirah, Muslem, mengatakan harga telur saat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan beberapa waktu lalu saat terjadi kenaikan.
“Dulu telur per papannya Rp55 ribu, sekarang di harga Rp48 ribu saja,” kata Muslem, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, turunnya harga telur mulai mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Konsumen yang sebelumnya mengurangi pembelian saat harga tinggi kini kembali membeli dalam jumlah normal.
Selain rumah tangga, penurunan harga juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kuliner yang menjadikan telur sebagai salah satu bahan baku utama.
Harga yang lebih rendah dinilai dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga makanan di pasaran.
Meski demikian, pedagang berharap harga telur tetap stabil dan tidak kembali mengalami lonjakan seperti yang terjadi sebelumnya.
“Semoga begini selalu harganya, jangan naik-naik lagi,” ujarnya.
Stabilnya harga bahan pangan, termasuk telur ayam, dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Pedagang berharap kondisi harga yang terkendali dapat meningkatkan aktivitas transaksi di pasar serta memberikan keuntungan yang seimbang bagi penjual dan pembeli.










Discussion about this post