MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Banda Aceh untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
Ajakan tersebut disampaikan Illiza saat memimpin Apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Kota Banda Aceh di halaman Kantor Wali Kota Banda Aceh, Senin (15/6/2026).
Illiza menegaskan, keberhasilan sensus ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik (BPS), tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama pelaku usaha sebagai sumber utama data ekonomi.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta sesuai kondisi sebenarnya.
“Seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” ujar Illiza.
Menurutnya, data yang valid sangat dibutuhkan pemerintah untuk memahami kondisi riil daerah, memetakan potensi yang dimiliki, sekaligus merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah, perkembangan dunia usaha, hingga berbagai tantangan yang perlu dijawab bersama.
Illiza menyebut Banda Aceh memiliki modal besar untuk terus tumbuh sebagai pusat ekonomi dan jasa di Aceh. Dengan jumlah penduduk mencapai 269.552 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan dan 90 gampong, Banda Aceh dinilai memiliki potensi sumber daya manusia yang kuat.
Selain itu, pertumbuhan sektor usaha, jasa, perdagangan, dan ekonomi digital di berbagai gampong juga menjadi pendorong penting pertumbuhan ekonomi daerah.
“Banda Aceh memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 269.552 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan dan 90 gampong. Pertumbuhan sektor usaha, jasa, perdagangan, dan ekonomi digital di berbagai gampong dinilai menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Illiza.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga mengajak seluruh jajaran pemerintah, Forkopimda, akademisi, media massa, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk menghadirkan data berkualitas yang dapat digunakan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Melalui data yang akurat dan berkualitas, kita dapat merancang pembangunan Banda Aceh yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan potret terkini kondisi ekonomi daerah, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh di masa mendatang.










Discussion about this post