MASAKINI.CO – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Pidie merumuskan materi Fiqih Pasien dan menghadirkan video panduan tayammum bagi pasien rumah sakit. Materi tersebut disusun untuk memberikan kemudahan bagi pasien dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat di tengah kondisi sakit dan keterbatasan fisik.
Ketua PD IPARI Pidie, Mukhlisuddin mengatakan pengembangan materi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan layanan pembinaan rohani bagi pasien, agar mereka tetap mendapatkan pendampingan keagamaan selama menjalani perawatan.
“Pasien yang sedang menjalani perawatan tetap memiliki hak untuk mendapatkan bimbingan keagamaan dan menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuannya. Karena itu, materi Fiqih Pasien ini disusun agar lebih mudah diterapkan dalam kondisi nyata di rumah sakit,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, materi yang dikembangkan mencakup ketentuan fikih zarurah, tata cara bersuci bagi pasien, pelaksanaan tayammum ketika tidak memungkinkan menggunakan air, hingga tata cara shalat dalam kondisi sakit.
“Kami berharap materi dan media edukasi ini dapat membantu penyuluh agama, petugas bina rohani, pasien, maupun keluarga pasien dalam memahami solusi ibadah ketika menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Rumusan tersebut dihasilkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Materi Kepenyuluhan Agama Islam bertema “Thaharah Zarurah dan Shalat Hurmatil Waqt” yang digelar PD IPARI Pidie di Bale Kulam Kupi Bereunen, Rabu (17/6/2026).
Dalam kegiatan itu, Tim Bina Rohani Pasien Rumah Sakit dari IPARI Pidie yang berjumlah 12 peserta berdiskusi bersama tim pakar, yakni Tgk. Ilyas Balisyah, Tgk. H. Mukhlis Amin, dan Tgk. Muhammad Dahlan.
Melalui diskusi tersebut, peserta membahas berbagai persoalan fikih yang dihadapi pasien dalam praktik, sekaligus menyusun materi kepenyuluhan yang lebih aplikatif.
Selain menghasilkan rumusan materi, kegiatan tersebut juga meluncurkan video panduan tata cara tayammum bagi pasien yang diharapkan dapat menjadi media edukasi praktis dalam mendukung pelayanan rohani di rumah sakit.







Discussion about this post