MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kemenparekraf Dorong Penguatan SDM Ekraf Aceh Tengah Lewat Program Aceh Go Digital

Redaksi by Redaksi
21 Juni 2026
in News
0

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf "Aceh Go Digital" di Aceh Tengah. | foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di daerah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertajuk  Aceh Go Digital yang berfokus pada pengembangan subsektor kuliner, fesyen, dan kriya di Aceh Tengah, Sabtu (20/6/2026).

RelatedPosts

Sejumlah Pejabat Strategis Polresta Banda Aceh Berganti, Ini Daftarnya

PHBS di Rumah Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini Indikatornya

Motor Terjun ke Sungai di Ulee Lheue, Pemuda 26 Tahun Meninggal

Adi Mukhtar menyebut Aceh Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan alam dan budaya lokal. Salah satu yang menjadi unggulan adalah kopi Arabika Gayo yang telah dikenal sebagai komoditas berdaya saing global dan menjadi penggerak utama subsektor kuliner di daerah tersebut.

Selain kuliner, ia juga menyoroti potensi kriya dan fesyen lokal seperti Kerawang Gayo yang telah dikembangkan menjadi berbagai produk seperti pakaian, aksesori, dan tas. Produk-produk UMKM tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas jika didukung dengan inovasi dan digitalisasi.

“Kabupaten Aceh Tengah memiliki modal besar, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun kreativitas masyarakatnya,” ujarnya.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada potensi, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan akses pembiayaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia memperkenalkan konsep strategi “3Si” sebagai pendekatan penguatan UMKM, yakni inovasi produk, adaptasi digital, dan kolaborasi hexahelix.

Pada aspek inovasi, pelaku UMKM didorong untuk menciptakan produk yang memiliki ciri khas dan nilai tambah, termasuk pengembangan produk turunan dari kopi Gayo ke berbagai sektor seperti makanan olahan hingga produk kreatif lainnya.

Sementara pada aspek digitalisasi, pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif, seperti pencatatan digital, penggunaan QRIS, pemasaran melalui marketplace, serta pemanfaatan Google Maps untuk memperluas jangkauan pasar.

“Digitalisasi bukan harus rumit, tetapi bagaimana UMKM bisa memanfaatkan alat yang sederhana untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing,” kata Adi.

Adapun pada aspek kolaborasi hexahelix, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan investor dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor kuliner, kriya, dan fesyen.

Kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan jejaring antar pelaku UMKM di Aceh Tengah serta sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif.

Di akhir kegiatan, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut, termasuk pemerintah daerah, DPRK Aceh Tengah, serta para pelaku UMKM yang terlibat aktif.

Program “Aceh Go Digital” diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Aceh Tengah yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Tags: Aceh Go DigitalEkraf Aceh TengahKementerian Ekonomi KreatifKepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif
Previous Post

Orangutan Sumatra Terisolasi di Kebun Warga Aceh Tamiang Ditranslokasi ke Habitat Alami

Next Post

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Related Posts

Kemenekraf Dorong Produk Kreatif Aceh Tembus Pasar Lebih Luas, Perkuat Branding dan Komersialisasi

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pelaku ekonomi kreatif di Aceh untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar tidak...

Next Post

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Hujan Deras Picu Banjir di Gampong Lutueng, Air Capai Hampir Selutut Orang Dewasa

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co