MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kemenparekraf Dorong Penguatan SDM Ekraf Aceh Tengah Lewat Program Aceh Go Digital

Redaksi by Redaksi
21 Juni 2026
in News
0

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekraf "Aceh Go Digital" di Aceh Tengah. | foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di daerah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertajuk  Aceh Go Digital yang berfokus pada pengembangan subsektor kuliner, fesyen, dan kriya di Aceh Tengah, Sabtu (20/6/2026).

RelatedPosts

Angin Kencang Rusak Lima Rumah Dinas Polisi di Aspol Lamteumen, Kapolda Aceh Tinjau Langsung

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

Adi Mukhtar menyebut Aceh Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan alam dan budaya lokal. Salah satu yang menjadi unggulan adalah kopi Arabika Gayo yang telah dikenal sebagai komoditas berdaya saing global dan menjadi penggerak utama subsektor kuliner di daerah tersebut.

Selain kuliner, ia juga menyoroti potensi kriya dan fesyen lokal seperti Kerawang Gayo yang telah dikembangkan menjadi berbagai produk seperti pakaian, aksesori, dan tas. Produk-produk UMKM tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas jika didukung dengan inovasi dan digitalisasi.

“Kabupaten Aceh Tengah memiliki modal besar, baik dari sisi sumber daya alam, budaya, maupun kreativitas masyarakatnya,” ujarnya.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguatan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada potensi, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan akses pembiayaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia memperkenalkan konsep strategi “3Si” sebagai pendekatan penguatan UMKM, yakni inovasi produk, adaptasi digital, dan kolaborasi hexahelix.

Pada aspek inovasi, pelaku UMKM didorong untuk menciptakan produk yang memiliki ciri khas dan nilai tambah, termasuk pengembangan produk turunan dari kopi Gayo ke berbagai sektor seperti makanan olahan hingga produk kreatif lainnya.

Sementara pada aspek digitalisasi, pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif, seperti pencatatan digital, penggunaan QRIS, pemasaran melalui marketplace, serta pemanfaatan Google Maps untuk memperluas jangkauan pasar.

“Digitalisasi bukan harus rumit, tetapi bagaimana UMKM bisa memanfaatkan alat yang sederhana untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing,” kata Adi.

Adapun pada aspek kolaborasi hexahelix, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan investor dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor kuliner, kriya, dan fesyen.

Kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan jejaring antar pelaku UMKM di Aceh Tengah serta sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif.

Di akhir kegiatan, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut, termasuk pemerintah daerah, DPRK Aceh Tengah, serta para pelaku UMKM yang terlibat aktif.

Program “Aceh Go Digital” diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Aceh Tengah yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Tags: Aceh Go DigitalEkraf Aceh TengahKementerian Ekonomi KreatifKepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif
Previous Post

Orangutan Sumatra Terisolasi di Kebun Warga Aceh Tamiang Ditranslokasi ke Habitat Alami

Next Post

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Related Posts

No Content Available
Next Post

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Hujan Deras Picu Banjir di Gampong Lutueng, Air Capai Hampir Selutut Orang Dewasa

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co