MASAKINI.CO – Enam mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) mewakili Aceh dalam ajang Depati Amir Mining Competition V (DAMC V) yang digelar di Universitas Bangka Belitung pada 22–27 Juni 2026. Tim yang mengusung nama Rimueng Nanggroe tersebut akan bersaing dengan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam sembilan cabang perlombaan.
Keikutsertaan tim ini menjadi ajang pembuktian kemampuan mahasiswa USK dalam bidang teknis pertambangan sekaligus mengukur daya saing mereka di tingkat nasional.
Tim Rimueng Nanggroe dipimpin oleh Raisha Nadya sebagai manajer, dengan anggota Iqlal Hamdi, T. Syafama Adha, M. Tri Sulthan Nurrahman, Muhammad Nabil, dan Risky Ramadhan.
Selama kompetisi berlangsung, mereka akan mengikuti sembilan kategori lomba, yakni Mine Surveying, Tie In Underground, Bangka Drill, Bench Blasting, Written Test, Mine Plan, Sluice Box, Joint Measuring, dan Grain Counting Analysis. Seluruh cabang tersebut menuntut kemampuan analisis, ketelitian, keterampilan teknis, serta kerja sama tim.
Persiapan menuju kompetisi nasional itu telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui latihan intensif, simulasi perlombaan, dan pendalaman materi teknis sesuai bidang yang diperlombakan.
Dosen pembimbing tim, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc, mengatakan DAMC V menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam situasi kompetitif yang mendekati kebutuhan dunia industri.
“Kami percaya proses latihan yang telah dijalani menjadi bekal penting saat bertanding. Target kami memberikan penampilan terbaik di setiap cabang lomba. Selain mengejar prestasi, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri sebagai calon profesional di industri pertambangan,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc, menilai partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang kompetitif dan berorientasi pada prestasi.
Menurutnya, DAMC V menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kualitas sumber daya manusia Teknik Pertambangan USK di tingkat nasional.
“Kami berharap Tim Rimueng Nanggroe mampu tampil maksimal dan meraih hasil terbaik pada cabang-cabang yang dipertandingkan sehingga dapat membawa kebanggaan bagi USK dan Aceh,” katanya.
Depati Amir Mining Competition merupakan salah satu kompetisi pertambangan tingkat nasional yang rutin mempertemukan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai daerah. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pengembangan kompetensi dan jejaring bagi calon tenaga profesional di sektor pertambangan.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Tim Rimueng Nanggroe menargetkan mampu bersaing di antara peserta dari berbagai perguruan tinggi dan membawa pulang prestasi untuk Universitas Syiah Kuala serta Provinsi Aceh.







Discussion about this post