MASAKINI.CO – Proses pemulihan sekolah terdampak bencana di Aceh masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Dari 63 sekolah yang harus direlokasi akibat kerusakan parah, hingga kini masih ada kurang dari 20 sekolah yang belum dapat direvitalisasi karena lokasi pengganti belum tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, mengatakan persoalan lahan menjadi hambatan utama dalam percepatan pembangunan kembali sejumlah sekolah yang terdampak bencana.
“Sebagian relokasi sudah berjalan, namun masih ada kurang dari 20 sekolah yang menunggu ketersediaan lahan. Ada beberapa sekolah, misalnya di Aceh Tengah, yang belum bisa direvitalisasi karena lahannya belum tersedia,” kata Murtalamuddin saat mendampingi Mendikdasmen, Abdul Mu’ti meninjau sekolah di Pidie, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, penyediaan lahan menjadi syarat utama sebelum pembangunan sekolah dapat dilakukan. Untuk SMA, SMK, dan SLB, lahan harus disiapkan oleh Pemerintah Aceh, sedangkan untuk PAUD, SD, dan SMP menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota atau yayasan bagi sekolah swasta.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Aceh, sebanyak 3.120 sekolah terdampak bencana. Setelah dilakukan verifikasi faktual, sebanyak 2.920 sekolah dinyatakan membutuhkan rehabilitasi.
Dari jumlah tersebut, 1.287 sekolah mengalami kerusakan ringan, 1.382 sekolah rusak sedang, dan 188 sekolah mengalami kerusakan berat. Sementara 63 sekolah lainnya harus direlokasi karena lokasi lama tidak lagi memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Murtalamuddin menjelaskan, selama proses pembangunan dan relokasi berlangsung, pemerintah tetap berupaya memastikan kegiatan belajar tidak terhenti. Sejumlah siswa untuk sementara dipindahkan ke sekolah lain, menggunakan gedung alternatif, maupun belajar di ruang kelas darurat.
“Anak-anak yang masih belajar di bawah tenda bukan berarti sekolahnya tidak direvitalisasi. Itu langkah darurat agar proses pembelajaran tetap berjalan sambil menunggu pembangunan selesai,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya telah menyediakan ruang kelas darurat bagi sekolah terdampak, masing-masing untuk 83 sekolah pada tahap awal dan 31 sekolah pada tahap berikutnya.










Discussion about this post