MASAKINI.CO – Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh tidak hanya akan bertumpu pada pendekatan penindakan. Penguatan pola pembinaan kini menjadi fokus baru yang disepakati antara ulama dan aparat penegak qanun.
Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Banda Aceh bersama Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) duduk satu meja membahas penguatan sinergi penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh. Pertemuan ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih terarah dalam menangani pelanggaran di tengah masyarakat.
Ketua PW HUDA Kota Banda Aceh, Tgk. Muhammad Yasir, menilai peran ulama tidak boleh berhenti pada pemberian nasihat. Ia menekankan bahwa pandangan ulama harus masuk ke dalam pola kerja lapangan agar pembinaan masyarakat lebih efektif.
“Nasihat ulama perlu ditindaklanjuti dalam bentuk langkah nyata di lapangan, terutama dalam pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi penegakan aturan, Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengakui bahwa pendekatan pembinaan yang melibatkan ulama dapat memperkuat efektivitas kerja di lapangan. Menurutnya, penegakan Syariat tidak cukup hanya dengan tindakan hukum.
“Pendekatan pembinaan bersama ulama akan lebih berdampak dalam membangun kesadaran masyarakat,” katanya.
Pertemuan tersebut juga menyoroti pola penanganan pelanggar Syariat yang selama ini berjalan, dengan penekanan agar proses pembinaan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menyentuh perubahan perilaku.
Dari diskusi itu, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi antara ulama dan Satpol PP-WH. Fokusnya adalah memperkuat pembinaan dan pencegahan, bukan hanya penindakan.
Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh dengan pendekatan yang lebih konsisten, terukur, dan berbasis edukasi di lapangan.









Discussion about this post